Bulan Ramadhan bagi bisnis perhotelan merupakan masa low season. Namun ini bisa disiasati dengan menjual paket baik untuk food and beverage (F & B) maupun paket kamar.
Dengan menjual paket-paket tersebut, diharapkan minimal bisa menekan penurunan okupansi atau menutupi kekosongan bisnis selama siang hari di bulan Ramadhan. Seperti diungkapkan SANTI MANURUNG Regional PR and Communication Manager Novotel Surabaya Hotel & Suites terkait program hotel menyambut Ramadhan.
Pada suarasurabaya.net, Rabu (12/09), SANTI mengatakan, dua minggu sebelum masuk Ramadhan banyak perusahaan baik agensi, biro perjalanan maupun instansi pemerintah sudah menghabiskan dananya untuk kegiatan di hotel. Imbasnya, sebelum masuk Ramadhan bisnis hotel mulai menurun atau masa low season.
Dengan low season ini otomatis demand menjadi rendah. “Pihak hotel mau tidak mau harus bisa menawarkan paket-paket dengan harga relatif terjangkau dan bisa menekan penurunan bisnis hotel. Paling tidak kalau siang hari bisnis menurun bisa ditutupi dengan paket-paket yang disediakan,”ujarnya.
Meski harga paket ada kenaikan sekitar 10%-15% dibandingkan harga tahun lalu, SANTI optimis masih bisa meningkatkan revenue. Misalnya, paket buka puasa termasuk hidangan prasmanan di Restoran Jenggala hanya Rp 55 ribu nett/orang. Tahun lalu harga yang ditawarkan Rp 50 ribu nett/orang dan ternyata paket buka puasa banyak diminati.
Sedangkan paket halal bi halal juga sudah disiapkan dengan harga Rp 75 ribu nett.orang. Sementara untuk paket kamar mulai Rp 414 ribu ++/malam (selama Lebaran) sampai Rp 487.500 ++/malam (saat Lebaran) ditargetkan bisa meningkatkan okupansi kamar 7%.
“Agustus kemarin, tingkat okupansi kamar 88%. Dengan paket kamar Ramadhan dan Lebaran, okupansi bisa dipertahankan atau malah naik. Kondisi fluktuasai okupansi kamar umumnya tidak jauh beda dengan Ramadhan plus Lebaran. Minggu 1 sampai 3 sepi, setelah itu Lebaran naik lagi, kemudian turun selama seminggu dan baru normal,”tukasnya.
PATRICIA MULJADI Communications Executive Hotel Shangri-la mengatakan hal sama. Saat ini bisnis hotel memasuki low season. Meski demikian, selama Ramadhan, hotel masih bisa mendapatkan tambahan revenue baik dari sisi F & B maupun mendongkrak okupansi kamar hotel.
Hotel Shangri-La, kata PATRICIA, menghadirkan paket buka puasa setiap hari mulai Kamis (13/09) hingga 13 Oktober 2007 setiap pukul 17.00-19.00 WIBe di Restoran Jamoo. Paket istimewa ini meliputi ceramah Islam setiap hari sebelum berbuka di Mushola tamu, hidangan Ta’jil tradisional, sholat Maghrib berjamaah berlanjut dengan buka puasa prasmanan di restoran Jamoo.
“Kita tawarkan paket buka puasa Rp. 100.000 net/orang. Paket Spesial Buka Puasa ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di seluruh hotel di Surabaya. Semuanya tersedia lengkap, tidak hanya hidangan saja tapi juga menghadirkan ceramah agama oleh Dr. BURHANUDIN IDRIS sebagai mubalig yang akan hadir setiap hari selama bulan Ramadhan,”tambah HERRY RABUANSYAH Assistant Director of Food and Beverage Hotel Shangri-La.
Dengan paket buka puasa, PATRICIA berharap bisa mendongkrak pendapatan F & B di kisaran 20%-30%. Sedangkan paket kamar meningkatkan okupansi lebih dari 10%.
“Pada hari-hari biasa sebelum Ramadhan, okupansi dari F & B tidak jauh beda dengan okupansi kamar yakni 70%, seperti Agustus lalu. Namun dengan adanya Ramadhan, okupansi pasti akan menurun. Untuk itu, kita buat beberapa paket bagi perusahaan maupun keluarga untuk menekan penurunan okupansi. Biasanya memasuki Lebaran, banyak keluarga yang memanfaatkan paket kamar,”tukas PATRICIA.
Teks foto :
1. Paket kamar Novotel untuk mendongkrak okupansi kamar di saat low season
2. Restoran Jamoo menyediakan paket spesial buka puasa selama Ramadhan
Foto : Dok Novotel dan Shangri-La
NOW ON AIR SSFM 100

