Sabtu, 17 Oktober 2026
Duduki Peringkat ke-4

Jumlah Orang Kaya di Indonesia Terus Bertambah

Laporan oleh Noer Soetantini
Bagikan

Orang kaya di Indonesia semakin hari terus bertambah. Bahkan pertumbuhan kekayaan orang-orang yang dikategorikan High Network Individual di Indonesia mencapai 8,3% per tahun, setelah Singapura, Rusia dan India.

Menurut MAIKEL SAJANGBATI satu diantara pendiri Certified Wealth Manager’s Association (CWMA) pada suarasurabaya.net, Kamis (06/09), mengatakan, dengan makin banyak orang kaya di Indonesia, ekonomi Indonesia juga semakin bagus.

Imbasnya, mereka menuntut jasa layanan untuk mengelola kekayaan mereka dengan konsep wealth management. Berikut penjelasan MAIKEL, {clip*1}.

MAIKEL menyebut jumlah nasabah dengan nilai rekening di bank di atas Rp 1 milyar sebanyak 140 ribu orang. Total nilai kekayaan mereka mencapai Rp 670 trilyun. Sedangkan nilai rekening bank mulai Rp 100 juta hingga Rp 1 milyar sebanyak 1,2 juta orang dengan total nilai kekayaan Rp 355 trilyun.

Disamping itu, tuntutan jasa layanan juga memicu munculnya profesi baru yakni Wealth Manager di Indonesia. Di Amerika, profesi tersebut sudah berkembang 17 tahun lalu, di Indonesia baru berjalan 3 tahun.

M BAMBANG PRIAMBODO Direktur CWMA mengatakan selama 3 tahun ini, jumlah Wealth Manager yang bersertifikat internasional Regional Model Competency Standard dari CWMA sebanyak 1500 orang. Dari jumlah tersebut terbesar berasal dari banking sektor domain financial industry. Kemudian disusul 34 dari pasar modal, 23 dari perusahaan asuransi, 8 dari perusahaan consulting dan 20 lain-lain.

Semakin banyak Wealth Manager di Indonesia, kata BAMBANG, kekayaan HNI bisa diproteksi dan dikembangkan di Indonesia sendiri. Efek dominonya, pajak negara meningkat sehingga wealth national juga semakin membaik.

Wealth Manager yang tergabung dari CWMA, ungkap BAMBANG, mampu menguasai pangsa pasar sebesar 52%. Diharapkan dengan adanya Wealth Manager bersertifikat bisa meretain pasar bisnis di Indonesia.

“Selama ini untuk bidang perbankan mayoritas saham sudah dikuasai Malaysia dan Singapura. Begitu pula bidang telekomunikasi juga dikuasai asing. Kita ke depan akan masuk ke bisnis berbasis retail dengan memperkuat kompetensi Wealth Manager dengan memiliki Regional Model Competensi Standard,”ujarnya.

MAIKEL menambahkan dengan sertifikat berstandar internasional, setiap Wealth Manager dari Indonesia akan mampu mengimbangi kehadiran advisor asing yang selama ini menguasai market seperti perusahaan sekuritas dari USB, Citigroup, ABN Amro dan sebagainya. (tin)

Teks foto :
– MAIKEL SAJANGBATI
Foto : TITIN suarasurabaya.net

Bagikan
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Surabaya
Sabtu, 17 Oktober 2026
26o
Kurs