Kalangan pabrikan gula dengan bahan baku tebu terus mencermati kenaikan harga minyak bumi di pasar dunia.
Kenaikan harga minyak bumi diindikasikan bakal berdampak signifikan pada eskalasi biaya pengolahan gula, terutama sejumlah negara produsen yang belum optimalkan ampas tebu sebagai bahan pengganti BBM.
Demikian ADIG SUWANDI Wakil Sekretaris Wakil Sekjen Ikatan Ahli Gula Indonesia IKAGI seperti dilaporkan RULLY reporter Suara Surabaya, Selasa (25/09). ADIG menjelaskan kalau harga minyak bumi di atas USD 80 per barrel, harga gula dunia akan terdongkrak naik.
Ini apalagi stok gula dunia juga cenderung turun, karena Brazil kemungkinan besar akan mengurangi produksi. Sebab bahan tebu akan dimanfaatkan menjadi bioetanol.
Kata ADIG, meski harga gula akan naik, tapi belum akan melonjak tinggi. Alasannya stok gula nasional yang masih memadai, bahkan diperkiraan hingga April 2008.
Harga lokal lebih dipengaruhi tender di tingkat produsen gula. Tender di tingkat produsen sekarang ini angkanya Rp 5.069 per kilogram.(ipg)
NOW ON AIR SSFM 100

