Penyediaan kawasan 2500 hektar di wilayah barat Sidoarjo pada Desember 2007, makin menguatkan bahwa Sidoarjo prospek untuk hunian. Ini disampaikan ANDY SOEGIHARDJO Marketing Manager Citra Garden dan Citra Harmoni.
Pada suarasurabaya.net, Rabu (03/10), ANDY mengatakan, untuk Surabaya sendiri bukan berarti tidak berprospek untuk hunian. Namun keterbatasan lahan yang ada di Surabaya, mau tidak mau, kawasan hunian akan bergeser ke Sidoarjo.
Surabaya sudah padat dan harga tanah mahal sekali. Imbasnya, untuk hunian kurang cocok. Dengan rencana pengembangan kawasan permukiman Sidoarjo ke depan, tidak menutup kemungkinan yang saat ini konsumen menengah bawah bisa jadi posisinya naik ke menengah atas.
Menyikapi kondisi awal tahun dimana penjualan unit rumah sempat stagnant, ANDY menilai, umumnya konsumen tidak mau membeli unit rumah di Sidoarjo. Mereka khawatir dan takut dengan kondisi lumpur Porong. Mereka hanya menunda membeli rumah hingga tidak ada lagi hal-hal yang mengkhawatirkan.
Ini terbukti dengan penjualan unit rumah di Citra Garden dan Citra Harmoni yang mengalami peningkatan lumayan sejak Mei 2007. Bahkan bisa dibilang, penjualan naik dua kali lipat.
Dari kluster yang ditawarkan, kata ANDY, penyerapan pasar mencapai 70% untuk kluster Aster Garden. Sedangkan unit Ruko di Citra Harmoni terserap 60%.
Komposisi pembeli unit rumah di Sidoarjo, 70% enduser. Hanya saja, diakui ANDY, saat ini dibilang posisi pembeli enduser atau investor agak sulit. Pasalnya, baik enduser maupun investor sama-sama membutuhkan return (keuntungan) saat membeli properti.
Sementara dari sisi kenaikan harga rumah di Sidoarjo, menurut ANDY, biasanya disesuaikan dengan kondisi pasar dan strategi yang dimainkan pengembang. Berikut penjelasan ANDY, {clip*1}.
ANDY berharap sisa unit rumah dari proyek yang dikembangkan Citra Garden dan Citra Harmoni bisa terserap 100% pada akhir 2007. Dan ini tergantung situasi menjelang akhir tahun. (tin)
NOW ON AIR SSFM 100

