Pertumbuhan produk secara direct selling di Indonesia mencapai 15%. Nilai volume yang dihasilkan sekitar Rp 5 trilyun. Pertumbuhan yang bagus itu memicu perusahaan-perusahaan besar membuka distribution channel. Ini ditujukan agar produk lebih dekat ke pasar.
KOEN VERHEYEN Presiden Direktur PT Amway Indonesia pada suarasurabaya.net, di sela Amway Product Expo, Sabtu (08/09), mengatakan, beberapa perusahaan besar seperti Unilever di India mulai buka distribution channel, Sanken di Jepang bahkan Sido Muncul juga memiliki distribution channel dengan menawarkan produk khusus.
Menurut KOEN, selama ini memang penjualan produk khususnya consumer goods di toko atau mal masih mendominasi. Sedangkan penjualan secara langsung, pasarnya terus membesar dengan dominasi produk makanan kesehatan dan kosmetik (80%).
“Biasanya untuk penjualan langsung terkait dengan produk yang membutuhkan penjelasan tersendiri dengan cara personal approach. Sementara produk yang dipajang di toko, menjelaskan ke konsumen melalui kemasannya,”ujarnya.
Potensi pasar produk direct selling, kata KOEN, Indonesia menempati urutan ketiga setelah Malaysia dan Thailand. Sedangkan khusus untuk penjualan Amway Indonesia menempati rangking ke-14 dari 55 negara.
Sementara produk direct selling, ungkap KOEN, mayoritas membidik segmen menengah atas. “Seperti Amway, 80% produk untuk menengah atas sisanya menengah bawah. Melihat potensi penjualan langsung, tahun ini kita targetkan bisa menambah 200 ribu Independent Business Owner (IBO). Sedangkan jumlah IBO yang ada mencapai 320 ribu orang,”tukasnya.
Amway Indonesia berhasil membukukan kenaikan penjualan lebih dari 30% di tahun 2006. Ini meningkat dibanding 2005 yang mencatat kenaikan 25%.
Kontribusi terbesar dari penjualan Amway berasal dari produk Nutrilite sebesar 50%, disusul Artistry 14%. Amway Surabaya menyumbang 10% dari total penjualan Amway Indonesia dengan jumlah IBO sebanyak 33 ribu anggota. (tin)
Teks foto :
– KOEN VERHEYEN di arena Amway Product Expo
Foto : TITIN suarasurabaya.net
NOW ON AIR SSFM 100

