Senin, 30 November 2020

Presiden: Kawasan Lumbung Pangan Baru Sumatera Utara Bisa Jadi Percontohan

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Jokowi Presiden meninjau kawasan lumbung pangan baru, di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Selasa (27/10/2020). Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden pada Selasa (27/10/2020) siang, meninjau perkembangan pembangunan kawasan lumbung pangan (food estate) baru, di Provinsi Sumatera Utara.

Kawasan lumbung pangan baru yang ditinjau kali ini terletak di Desa Ria-Ria, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Pengembangan kawasan lumbung pangan di Sumatera Utara mencakup lahan dengan luas keseluruhan mencapai 30 ribu hektare untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Selain itu, dalam pengembangannya, turut diupayakan optimalisasi pemanfaatan sumber daya dan membuka peluang usaha secara lebih efisien.

“Sudah dua kali saya ke Kalimantan Tengah. Di sana akan dibangun food estate khusus untuk padi dan singkong. Di Sumatera Utara, ada luas lahan 60 ribu hektare, yang akan digunakan food estate seluas 30 ribu hektare,” ujarnya.

Lumbung pangan itu, lanjut Presiden, nantinya akan tersebar di sejumlah kabupaten di Sumatera Utara, antara lain Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kabupaten Pakpak Bharat.

Sebagai langkah awal pengembangan, di Humbang Hasundutan akan dibangun sebuah kawasan hortikultura yang akan menempati lahan seluas 215 hektare.

Komoditas yang akan diproduksi dalam lahan tersebut di antaranya bawang merah, bawang putih, dan kentang dengan segala produk turunan dan olahannya.

Pada kesempatan itu, Kepala Negara menyempatkan diri meninjau penanaman bibit komoditas hortikultura yang sudah disiapkan.

“Ini sudah mulai (tanam), Insya Allah nanti akan kita lihat hasilnya kira-kira 2 sampai 2,5 bulan ke depan,” tuturnya.

Dalam proyek pengembangan lumbung pangan baru, baik di Kalimantan Tengah mau pun di Sumatera Utara, Jokowi ingin melihat proses bisnis terintegrasi yang nantinya akan dijalankan.

Dari situ, kemudian akan disempurnakan dan diharapkan bisa menjadi contoh pengembangan lumbung pangan serupa di provinsi-provinsi lainnya.

“Saya rasa kita ingin melihat model bisnisnya seperti apa, proses bisnis yang akan dilakukan di sini seperti apa, hitung-hitungannya sudah ada. Ini akan menjadi contoh untuk provinsi-provinsi lain yang ingin membuat food estate,” kata Presiden.

Sekadar diketahui, pengolahan lahan di lokasi pengembangan 215 hektare lahan tersebut akan melibatkan setidaknya tujuh kelompok tani yang menaungi 169 petani di Desa Ria-Ria.

Korporasi petani akan menjadi basis pengembangan kawasan lumbung pangan baru di sejumlah wilayah. Nantinya, pengembangan kawasan akan dilakukan secara terintegrasi mencakup proses pertanian, perkebunan, atau peternakan dengan mekanisasi pertanian dan melakukan hilirisasi pascapanen untuk menghasilkan produk-produk olahan yang akan meningkatkan nilai tambah.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan tersebut Luhut Binsar Pandjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Syahrul Yasin Limpo Menteri Pertanian, Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Edy Rahmayadi Gubernur Sumatera Utara.(rid/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Surabaya
Senin, 30 November 2020
26o
Kurs