Selasa, 18 Januari 2022

Presiden Berharap Pandemi Jadi Momentum Transformasi Fundamental Ekonomi

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Joko Widodo Presiden pada acara Peluncuran Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali, Jumat (3/12/2021), di Kota Denpasar, Provinsi Bali. Foto: Biro Pers Setpres

Joko Widodo Presiden menegaskan, momentum pandemi Covid-19 harus dimanfaatkan untuk meningkatkan diri dan melakukan transformasi ekonomi secara besar-besaran.

Transformasi fundamental perlu dilakukan supaya ketangguhan ekonomi Indonesia bisa terbentuk.

Pernyataan itu disampaikan Presiden pada acara Peluncuran Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali, Jumat (3/12/2021), di Kota Denpasar, Provinsi Bali.

“Semua harus memiliki keinginan itu, sehingga tercipta ketangguhan ekonomi. Pandemi ini juga memberikan peluang kita untuk melompat naik,” ujarnya.

Baca Juga: Menkeu Menyebut Peningkatan Aktivitas Konsumsi Modal Kuat Pemulihan Ekonomi Tahun Depan

Kepala Negara menyadari kondisi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Bali menurun akibat terganggunya sektor pariwisata di masa pandemi.

Oleh karena itu, Presiden mengajak jajarannya melakukan refleksi besar-besaran, sekaligus mentransformasi secara fundamental.

Baca Juga: Aktivitas Ekonomi Kembali Normal, Jokowi Ingatkan Tetap Waspada Ketidakpastian Global

“Ekonomi Bali mengalami kontraksi yang paling dalam dibandingkan provinsi-provinsi yang lain, karena memang sektor pariwisata yang diandalkan Bali ini adalah sektor yang paling awal terimbas, dan sektor yang paling belakang pulih,” katanya.

Pada kesempatan itu, Presiden menyebut ada tiga hal yang perlu menjadi perhatian untuk membangkitkan perekonomian nasional.

Pertama, perlunya peningkatan diversifikasi ekonomi agar tidak bergantung pada satu sektor.

Baca Juga: Budi Hanoto Optimis Ekonomi Jawa Timur Bangkit 2021-2022

“Di tengah sektor pariwisata yang mengalami pukulan yang sangat hebat, sektor pertanian justru mampu bertahan. Bahkan tumbuh positif dibandingkan dengan sektor-sektor yang lain. Detail seperti itu semua harus tau dan apa yang harus kita lakukan. Kita semua harus mengerti,” jelas Presiden.

Kedua, paradigma dan tata kelola pariwisata harus memprioritaskan kesehatan dan keamanan.

Presiden menuturkan perjanan pariwisata di masa pandemi akan berubah total karena masyarakat akan mengutamakan kedua aspek tersebut.

Baca Juga: Jokowi: Investasi Jangkar Pemulihan Ekonomi Indonesia

“Wisatawan pasti akan menghindari kerumunan dan kontak erat yang terlalu sering. Karena, apa pun para wisatawan harus bisa diyakinkan bahwa kesenangan dalam berwisata itu mereka tetap terjamin, kesehatannya terjamin dan tidak tertular oleh virus,” lanjut Kepala Negara

Ketiga, pariwisata di Provinsi Bali harus bertransformasi dari mass tourism menjadi green tourism, yaitu pariwisata berbasis sosial, budaya, dan lingkungan yang sejalan dengan nilai-nilai dan filosofi kearifan lokal Bali yang dapat membangun harmoni dan memuliakan alam.

“Semangat untuk memuliakan alam, manusia dan budaya harus terus kita teruskan untuk menyongsong masa depan dan kita memiliki komitmen yang kuat untuk menerapkan ekonomi hijau,” tandasnya.(rid/iss/den)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Senja Penutup Tahun

Truk Derek Ringsek Setelah Tabrak Truk Gandeng Parkir

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Surabaya
Selasa, 18 Januari 2022
30o
Kurs