Senin, 5 Desember 2022

Bank Sentral Inggris Umumkan Pembelian Obligasi Pemerintah untuk Menenangkan Pasar

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Bank of England. Foto: DW.com

Bank of England (BoE) mengumumkan rencana pembelian sementara obligasi Pemerintah Inggris jangka panjang, sebagai langkah darurat untuk memulihkan kondisi pasar.

Lelang dimulai hari Rabu (28/9/2022), dan akan berlangsung setiap hari kerja sampai tanggal 14 Oktober 2022.

Pihak Bank Sentral Inggris menyatakan siap membeli gilt konvensional dengan sisa jatuh tempo lebih dari 20 tahun di pasar sekunder, dari tingkat awal hingga 5 miliar Poundsterling Inggris (5,4 miliar Dollar AS) per lelang.

Parameter itu akan terus ditinjau mengingat kondisi pasar yang berlaku, dan pembelian akan dibatalkan dengan cara yang lancar serta teratur setelah risiko fungsi pasar mereda.

Dengan cara itu, BoE memulai kembali pelonggaran kuantitatif (QE). Namun, langkah itu dilakukan untuk alasan stabilitas keuangan daripada alasan kebijakan moneter, kata Paul Dales Kepala Ekonom Inggris di Konsultan Capital Economics.

Mempertimbangkan kondisi pasar sekarang, BoE juga menunda operasi penjualan gilt atau obligasi jangka panjang mulai minggu depan.

“Langkah-langkah tersebut menunjukkan bank sentral akan melakukan semua yang bisa dilakukan untuk mencegah krisis keuangan, dan mereka sudah bekerja untuk itu,” kata Dales, seperti dikutip Antara, Kamis (29/9/2022).

Walau begitu, dia menyadari fakta kalau langkah itu sejak awal menunjukkan pasar Inggris berada dalam posisi yang berbahaya.

Pada Jumat (23/9/2022), Pemerintah Inggris meluncurkan paket pemotongan pajak terbesar sejak 1972.

Kebijakan itu melemparkan pasar keuangan ke dalam kekacauan karena Poundsterling Inggris anjlok, dan biaya pinjaman pemerintah meningkat tajam.

Investor khawatir kebijakan tersebut akan meningkatkan pinjaman publik (pemerintah), membawa ketidakpastian fiskal yang serius dan mendorong inflasi yang sudah tinggi.

Tindakan darurat itu diambil setelah BoE mengatakan pada Senin (26/9/2022) pihaknya akan membuat penilaian penuh atas dampak pada permintaan dan inflasi dari pengumuman Pemerintah, meredam prospek kenaikan suku bunga darurat untuk menopang Poundsterling.

Menyusul pengumuman BoE pada Rabu (28/9/2022), pasar obligasi Pemerintah Inggris pulih tetapi Poundsterling jatuh, meskipun kemudian rebound menjadi sekitar 1,09 Dollar AS.(ant/dfn/rid)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Muatan Truk Jatuh Menutup Lajur di Jalan Dupak

Menerjang Kemacetan di Jembatan Branjangan

Atap Teras Pendopo Gresik Roboh

Surabaya
Senin, 5 Desember 2022
29o
Kurs