Rabu, 15 Juli 2026

Akademisi Nilai Kopdes Terlalu Terburu-buru, Pemerintah Diminta Uji Coba Lebih Dulu

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal yang viral di media sosial karena lokasinya berada di atas perbukitan. Foto: KDMP Kediten/RRI

Wasiaturrahma juga menyarankan pemerintah menghentikan sementara pembangunan Kopdes yang belum dimulai. Sementara Kopdes yang telah dibangun perlu diaudit dan dievaluasi untuk memastikan anggaran digunakan dengan tepat serta bisnisnya dapat berkelanjutan.

“Mumpung ini belum terlanjur panjang. Yang belum terbangun tolong dihentikan dulu. Audit lah dulu, jalan lah dulu BPK ini sama KPK audit dulu,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan Tripitono Adi Prabowo Anggota Asosiasi Perencanaan Pembangunan Pemerintah Indonesia dari Bappenas sekaligus dosen Fakultas Ekonomi Pembangunan Universitas Trunojoyo Madura. Menurutnya, kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat di setiap daerah sangat beragam sehingga pelaksanaan Kopdes memerlukan tahapan uji coba.

“Program seperti MBG dan Kopdes seharusnya tidak langsung diterapkan ke seluruh wilayah. Pemerintah dapat memilih lima kabupaten di setiap provinsi untuk menjadi proyek percontohan,” kata Tripitono, juga dalam program Wawasan.

Ia menjelaskan, apabila proyek percontohan terbukti berhasil, pemerintah akan lebih mudah memperbaiki desain program dan mereplikasinya ke wilayah lain. Cara tersebut dinilai lebih aman dibandingkan menjalankan program secara nasional, tetapi kemudian menghadapi persoalan secara bersamaan.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Rabu, 15 Juli 2026
31o
Kurs