Merespons hal tersebut, Piter Abdullah Redjalam ekonom dari Prasasti Center for Policy Studies menilai perbedaan itu perlu dipahami berdasarkan standar pengukuran yang digunakan.
Menurutnya, garis kemiskinan Bank Dunia memang memiliki standar yang relatif lebih tinggi jika diterapkan untuk melihat kondisi masyarakat Indonesia.
“Standar hidup kan berbeda-beda juga. Mungkin cara kita melihatnya berbeda dengan cara melihat mereka,” kata Piter dalam program Wawasan Radio Suara Surabaya, Rabu (9/9/2026).
Ia menjelaskan, Bank Dunia menggunakan standar kemiskinan internasional untuk membandingkan kondisi kesejahteraan antarnegara.
Sementara itu, kondisi kehidupan masyarakat Indonesia memiliki karakteristik tersendiri yang tidak seluruhnya tercermin dalam pendapatan berbentuk uang.

NOW ON AIR SSFM 100

