Rupiah Menguat ke Rp17.577 per Dolar AS, Sentimen Domestik Jadi Penopang
Rabu, 9 September 2026 | 10:20 WIB
Ilustrasi. Petugas bank menghitung rupiah. Foto: Shutterstock
Karena itu, Piter menilai pertumbuhan ekonomi tetap perlu dilihat secara proporsional. Bahkan jika menggunakan angka konservatif 4,9 persen, ekonomi Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif.
“Enggak ada ekonom satu pun yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi kita itu nyungsep, tumbuh negatif. Enggak ada. Artinya kalau kita terlepas dari angkanya, kita memang mengalami, semua ekonom mengakui perekonomian kita ini tetap tumbuh,” katanya. (saf/ipg)