Rabu, 9 September 2026

Bank Dunia Sebut 64 Persen Penduduk Indonesia Miskin, Ekonom: Standarnya Berbeda

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Petugas bank menghitung rupiah. Foto: Shutterstock

Ia juga mengimbau masyarakat tidak takut ketika diminta memberikan informasi dalam pendataan sosial ekonomi.

“Kita didata untuk dibantu, bukan untuk dipajakin. Karena orang miskin itu bebas pajak,” kata Piter.

Piter juga menilai penurunan daya beli masyarakat dalam beberapa tahun terakhir merupakan fenomena nyata, terutama pada kelompok masyarakat yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ia menilai fenomena seperti penggunaan paylater atau ramainya pusat perbelanjaan tidak bisa dijadikan satu-satunya indikator untuk menyimpulkan bahwa daya beli masyarakat masih kuat.

Menurutnya, tren PHK dan perlambatan sektor industri berpengaruh langsung terhadap pendapatan masyarakat. Ketika pendapatan terganggu, kemampuan masyarakat untuk berbelanja juga ikut tertekan.

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Rabu, 9 September 2026
33o
Kurs