Senin, 26 Oktober 2026

Bank Dunia Sebut 64 Persen Penduduk Indonesia Miskin, Ekonom: Standarnya Berbeda

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan
Ilustrasi. Petugas bank menghitung rupiah. Foto: Shutterstock

Piter mencontohkan masyarakat di perdesaan yang masih memenuhi sebagian kebutuhan hidup dari hasil kebun atau sawah sendiri.

“Di desa itu banyak masyarakat kita yang seperti itu. Yang kemudian mungkin dalam sehari dia enggak punya penerimaan apa-apa, enggak ada penghasilan apa-apa, tapi bukan berarti dia enggak makan,” ujarnya.

Menurut Piter, masyarakat yang memiliki beras dari sawah sendiri atau sayuran dan buah-buahan dari kebun secara statistik dapat terlihat tidak memiliki pendapatan yang cukup. Namun, jika pengukuran dilakukan berdasarkan pengeluaran atau konsumsi, kondisi ekonominya dapat terlihat berbeda.

“Kalau kita menggunakan pendekatan expenditure, pendekatan belanja, apa yang dia makan sehari, pendapatannya jauh lebih tinggi sebenarnya,” katanya.

Meski demikian, Piter menilai perbedaan standar tersebut juga perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi ukuran kemiskinan di Indonesia. Ia menilai standar nasional harus mampu merefleksikan kondisi kehidupan masyarakat secara lebih akurat.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Eits, Miring

Truk Muat Kol Terguling

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Surabaya
Senin, 26 Oktober 2026
32o
Kurs