Pemerintah bertemu delegasi bisnis Jermah dan membahas peningkatan perdagangan dan investasi.
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI bertemu dengan Delegasi Bisnis Jerman, yang dipimpin Florian Hahn Minister of State pada Federal Foreign Office Jerman. Di mana pertemuan ini menjadi rangakaian kunjungan kenegaraan H.E. Frank-Walter Steinmeier Presiden Republik Federal Jerman ke Indonesia yang disambut Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia.
Airlangga Hartarto mengatakan, pertemuan ini menunjukkan kuatnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Jerman. Di mana kedua pihak membahas sejumlah agenda strategis, antara lain peningkatan perdagangan dan investasi, dan percepatan penyelesaian Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).
“Penguatan kerja sama melalui Joint Economic and Investment Committee (JEIC), serta peluang kolaborasi industri hijau dan pengembangan SDM unggul di Indonesia,” kata Airlangga pada keterangan persnya, Jakarta, Selasa (16/6/2026).
Hahn Menteri juga menyebut Indonesia sebagai mitra ekonomi yang sangat menjanjikan bagi perusahaan-perusahaan Jerman, terutama di sektor energi terbarukan, kesehatan, dan industri strategis lainnya.
“Indonesia adalah mitra yang luar biasa. Kami siap berbagi keahlian, inovasi, dan teknologi untuk mewujudkan investasi nyata, termasuk kolaborasi dengan Danantara di masa depan,” ujar Hahn.
Hahn menegaskan dukungan penuh Pemerintah Federal Jerman untuk IEU-CEPA dan optimistis proses menuju ratifikasi dapat berjalan dengan baik.
Airlangga berharap, penandatanganan dan ratifikasi IEU-CEPA segera rampung tahun ini, sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat kedua negara.
“Salah satu hal penting pada tahun ini adalah ratifikasi IEU-CEPA. IEU-CEPA diharapkan akan dapat menghilangkan tarif untuk lebih dari 98% produk perdagangan, membuka peluang bagi peningkatan ekspor Indonesia dan investasi Jerman. Forum JEIC juga dijadwalkan akan berlangsung pada September 2026 di Jakarta untuk mematangkan langkah-langkah implementasi kerja sama,” ujar Airlangga.
Airlangga mengatakan, pelaku usaha Jerman menyampaikan ketertarikan untuk memperluas kerjasama di bidang sumber daya manusia, vokasi, dan pertukaran keahlian.
Selaini itu Airlangga juga mengajak delegasi bisnis Jerman untuk bersama-sama menyanyikan lagu “O Ulate”. Lagu rakyat dari Maluku ini berasal dari tradisi masyarakat Ambon yang penuh kegembiraan, melambangkan rasa rindu dan harapan bertemu lagi.
“Makna kebersamaannya sangat pas dengan tujuan kunjungan bisnis, yakni mempererat persahabatan Indonesia-Jerman melalui kerjasama ekonomi yang saling menguntungkan dan penuh kehangatan budaya,” ungkapnya.
Airlangga berharap kerjasama ini tidak hanya meningkatkan volume perdagangan, tetapi juga mendorong transformasi industri hijau, transfer teknologi, serta pengembangan industri masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kedua negara sepakat bahwa kerja sama ini merupakan momentum strategis bagi Indonesia dan Jerman untuk membangun kemitraan ekonomi yang kuat, visioner, dan berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan,” pungkasnya.(lea/ham)
NOW ON AIR SSFM 100

