Salah satu risiko yang perlu diantisipasi adalah perpindahan permintaan dari produk legal ke produk ilegal akibat perbedaan harga yang signifikan.
“Cukai yang efektif itu yang bisa menekan konsumsi dan pasar gelap sekaligus, bukan yang hanya menekan pabrik berizin saja,” tegas Eliza.
Dengan penerimaan dari CHT dan MMEA yang mencapai triliunan rupiah, efektivitas kebijakan cukai menjadi semakin penting. Pemerintah tidak hanya dituntut menjaga penerimaan negara, tetapi juga memastikan pengendalian konsumsi berjalan tanpa membuka celah yang lebih besar bagi peredaran produk ilegal.
Pengawasan terhadap pasar ilegal, tingkat kepatuhan pelaku usaha, serta keseimbangan tarif menjadi bagian penting agar fungsi cukai sebagai instrumen fiskal dan pengendalian dapat berjalan secara bersamaan.(faz/ham)

NOW ON AIR SSFM 100

