Jumat, 17 Juli 2026

IHSG Melemah, Sentimen Global dan Libur Iduladha Pengaruhi Pasar

Laporan oleh Muhammad Syafaruddin
Bagikan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa (26/5/2026) sore. Pelemahan itu seiring aksi ambil untung (profit taking) investor menjelang libur dan cuti bersama Iduladha 1447 Hijriah.

IHSG terkoreksi 76,16 poin atau 1,23 persen ke level 6.130,19. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan juga melemah 10,81 poin atau 1,71 persen ke posisi 620,40.

Ratna Lim Kepala Riset Phintraco Sekuritas menyebut, tekanan indeks dipicu kombinasi aksi profit taking menjelang libur serta rebalancing MSCI.

“Pemicu pelemahan indeks antara lain karena profit taking menjelang libur dan rebalancing MSCI,” ujarnya dilansir dari Antara.

Dari sisi global, sentimen negatif turut datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke wilayah Iran bagian selatan.

Serangan tersebut disebut menargetkan lokasi rudal serta kapal yang diduga akan menempatkan ranjau, di tengah harapan meredanya konflik.

Di pasar valuta asing, rupiah juga melemah 0,29 persen ke level Rp17.795 per dolar AS, meskipun indeks dolar Amerika Serikat turut bergerak turun. Kondisi ini menunjukkan tekanan yang bersumber dari sentimen risiko global.

Sementara itu, pergerakan harga minyak mentah bergerak campuran, dengan Brent menguat 1,97 persen, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) justru melemah 4,97 persen. Fluktuasi harga energi ini ikut menambah ketidakpastian pasar keuangan.

Ratna memperkirakan IHSG akan bergerak dalam rentang 6.000 hingga 6.200 pada perdagangan berikutnya, dengan volatilitas yang masih dipengaruhi sentimen global dan aliran dana investor asing.

Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka melemah dan bertahan di zona merah sepanjang sesi pertama hingga penutupan sesi kedua.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya satu sektor yang mencatat penguatan, yakni sektor infrastruktur yang naik 0,28 persen. Sementara itu, sepuluh sektor lainnya melemah dengan tekanan terbesar terjadi pada sektor industri yang turun 3,66 persen, diikuti sektor properti dan barang konsumen nonprimer yang masing-masing terkoreksi 2,30 persen dan 2,27 persen.

Dari sisi saham, penguatan terbesar dicatat oleh MGNA, ARTA, NZIA, ELFI, dan AWAN. Adapun saham yang mengalami pelemahan terdalam adalah MSIN, RISE, TALF, BHAT, dan ASPR.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan frekuensi transaksi mencapai 1.964.477 kali, volume perdagangan sebesar 24,88 miliar saham, dan nilai transaksi Rp18,09 triliun. Secara keseluruhan, terdapat 241 saham menguat, 447 saham melemah, dan 133 saham stagnan.

Di bursa regional Asia, mayoritas indeks juga bergerak melemah. Indeks Nikkei turun 0,29 persen, Shanghai melemah 0,17 persen, dan Hang Seng turun tipis 0,03 persen. Sementara itu, Straits Times menjadi satu-satunya indeks yang menguat dengan kenaikan 0,82 persen. (ant/saf/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi di Ujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 17 Juli 2026
28o
Kurs