“Kami menilai kenaikan ULN Indonesia terutama dari sektor publik masih relatif terkendali karena didominasi utang jangka panjang dan digunakan untuk pembiayaan sektor produktif,” ujar Nico.
Meski demikian, kenaikan biaya pengiriman minyak AS ke kawasan Asia akibat gangguan pasokan di Timur Tengah berpotensi meningkatkan tekanan biaya energi dan impor.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi neraca eksternal serta kebutuhan pembiayaan Indonesia.
“Kami memperkirakan kondisi ini perlu dicermati terhadap stabilitas rupiah dan beban pembayaran eksternal, meski rasio ULN terhadap PDB sebesar 30,7 persen masih menunjukkan ruang pengelolaan utang,” katanya.
Sementara itu, bursa saham global bergerak melemah. Bursa Eropa ditutup terkoreksi pada perdagangan Selasa (15/9/2026).








