Jumat, 26 Juni 2026

Kemenkeu Akan Bentuk Tim Pengawasan MBG, Cegah Kebocoran Anggaran

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (26/6/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.net

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) berencana mengevaluasi penggunaan anggaran di Badan Gizi Nasional (BGN) selama 2 bulan sekali, untuk mencegah kebocoran di program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Purbaya Yudhi Sadewa Menteri Keuangan mengatakan, Kemenkeu memiliki orang-orang yang akan mengawasi jalannya program MBG, khususnya terkait penggunaan anggaran.

Ke depan Purbaya berencana membentuk tim pengawasan MBG.

“Jadi BGN tetap melakukan efisiensi, tapi di lapangan saya saya punya banyak orang di seluruh kabupaten kota dari perbendaharaan dan dari yang lain-lain. Dari perbendaharaan, DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) juga banyak. Nanti akan kita bentuk tim untuk monitor di seluruh kabupaten kota seperti apa,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jumat (26/6/2026).

Menkeu menegaskan, evaluasi yang dilakukan akan menggambarkan kondisi real di lapangan. Sehingga pengawasan akan lebih terstruktur dan pengawasnya tidak datang dari internal BGN.

Purbaya menjamin tidak akan ada kongkalikong dalam pengawasan penggunaan anggaran di BGN.

“Nanti kalau jelek ya kita bilang jelek, nanti kepala BGM bilang kalau jelek laporkan jelek, kalau rekomendasi tutup ya tutup,” ujarnya.

Purbaya menegaskan, di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang pengawasan akan diperketat. Sehingga permintaan masukan datang langsung dari BGN.

“Saya pikir 2 bulan sekali kita akan evaluasi. Di tempat kita ngasih masukan ke kepala bagian. Ini permintaan kepala bagian juga, jadi bukan saya mau ikut campur,” katanya.

Selain itu Purbaya mengatakan, BGN akan menambah lebih banyak lagi ahli gizi untuk memperbaiki kinerja dari program prioritas Presiden tersebut.

“Justru dipastikan makanannya tetap bergizi. Nanti deh, saya bukan ahli gizi dan ini. Yang jelas SDM-nya diperbaikin, kalau tidak salah mereka akan meng-hire lebih banyak ahli gizi di situ,” ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto Presiden menegaskan, keberadaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangatlah penting. Dia juga membantah anggapan adanya kepentingan lain, selain memberi makan rakyat melalui Program MBG.

“Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira tidak ada lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu kalau tidak segera diisi, dia mati,” ujarnya.

Kemudian, Prabowo juga menyinggung prediksi kemasifan kasus kelaparan di dunia. Di mana, Badan Pangan PBB memperingatkan jutaan orang bepotensi mengalami kelaparan akut, khususnya 13 wilayah kritis dunia dalam beberapa bulan ke depan.

Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan perang, bencana akibat perubahan iklim, dan pemotongan dana bantuan menjadi penyebab jutaan orang semakin tenggelam dalam krisis pangan yang parah.

“PBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. 2 tahun yang lalu sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia. Diperkirakan sekarang sudah meningkat. Jadi 500 juta ya. 700 juta FAO beri warning,” katanya.(lea/iss)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Sepeda Motor Terbakar di Genteng Besar

Pelangi Diujung Pagi Surabaya

Mobil Masuk Saluran Air

Perjalanan Menuju Arafah

Surabaya
Jumat, 26 Juni 2026
31o
Kurs