Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) menyebut melemahnya nilai tukar rupiah disebabkan gejolak global. Airlangga Hartarto Menko Perekonomian bakal mengawasi nilai tukar rupiah yang Kamis pagi ini melemah 108 poin atau 0,63 persen menjadi Rp17.289 per dolar AS.
“Kita monitor aja, karena berbagai mata uang di regional juga bergejolak. Ya, kan, itu lihat gejolak, gejolak global juga. Jadi, ya, kita monitor saja,” kata Menko Airlangga di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Lebih lanjut, Menko Perekonomian mengatakan, Bank Indonesia lah yang bertugas menjaga nilai tukar rupiah. Sedangkan pemerintah akan terus meninjau kondisi yang berkembang.
“Kita monitor saja, karena ini kan gak bisa kita setiap hari reaktif. Kita monitor saja, dan itu BI (Bank Indonesia) tugasnya menjaga,” ujarnya.
Pada pembukaan perdagangan Kamis (23/4/2026) pagi mencatat pelemahan tajam nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 108 poin atau 0,63 persen menjadi Rp17.289 per dolar AS.
Muhammad Amru Syifa Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) mengungkapkan pelemahan nilai tukar tersebut imbas dari ketegangan antara AS dengan Iran yang menyebabkan lonjakan harga energi.
“Konflik di Timur Tengah khususnya ketegangan antara AS dan Iran mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven,” ujar Amru.(lea/wld/ipg)
NOW ON AIR SSFM 100
