Selasa, 13 Oktober 2026

Literasi Keuangan Syariah Turun, Hakam Naja: Alarm untuk Perbankan Syariah Indonesia

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hakam Naja Ekonom INDEF. Foto: istimewa

Kedua, Hakam mendorong keuangan syariah ditempatkan sebagai infant industry yang masih membutuhkan dukungan kebijakan. Bentuk dukungan tersebut dapat berupa insentif pajak, subsidi, serta fasilitasi akses permodalan untuk menarik konsumen sekaligus investor.

Menurutnya, kebijakan semacam itu masih diterapkan Malaysia dalam mengembangkan industri keuangan syariahnya.

Ketiga, konsolidasi industri perlu dipercepat melalui merger dan akuisisi, pemisahan atau spin-off Unit Usaha Syariah (UUS), serta konversi bank konvensional menjadi bank syariah.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat struktur industri dan meningkatkan skala ekonomi perbankan syariah.

Hakam menargetkan pangsa pasar perbankan syariah dapat mencapai setidaknya 10 persen pada 2028.

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Selasa, 13 Oktober 2026
27o
Kurs