Rabu, 12 Agustus 2026

Literasi Keuangan Syariah Turun, Hakam Naja: Alarm untuk Perbankan Syariah Indonesia

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hakam Naja Ekonom INDEF. Foto: istimewa

Keempat, pemerintah perlu membuka ruang lebih besar bagi investor asing, terutama dari kawasan Timur Tengah, untuk masuk ke industri keuangan syariah Indonesia.

“Masuknya investor dari Timur Tengah dapat meningkatkan persaingan, memperkuat permodalan, sekaligus membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih mapan dan inklusif. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain global, tetapi kekuatan industrinya harus dibangun terlebih dahulu,” kata Hakam.

Kelima, perbankan syariah perlu diberikan kesempatan lebih luas untuk masuk dalam skema penyaluran bantuan sosial non-tunai melalui perbankan dan berbagai program pemerintah lainnya.

Menurut Hakam, kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas jangkauan layanan perbankan syariah hingga ke berbagai daerah.

“Perbankan syariah harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Keterlibatan dalam program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial, dapat menjadi momentum untuk meningkatkan inklusi sekaligus memperkenalkan layanan syariah kepada masyarakat yang lebih luas,” tutup Hakam.(faz/ipg)

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Evakuasi Kecelakaan Mobil Terguling di Gunungsari Surabaya

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Kecelakaan Beruntun di Gempol, Libatkan 7 Kendaraan

Surabaya
Rabu, 12 Agustus 2026
32o
Kurs