Selasa, 13 Oktober 2026

Literasi Keuangan Syariah Turun, Hakam Naja: Alarm untuk Perbankan Syariah Indonesia

Laporan oleh Muchlis Fadjarudin
Bagikan
Hakam Naja Ekonom INDEF. Foto: istimewa

Keempat, pemerintah perlu membuka ruang lebih besar bagi investor asing, terutama dari kawasan Timur Tengah, untuk masuk ke industri keuangan syariah Indonesia.

“Masuknya investor dari Timur Tengah dapat meningkatkan persaingan, memperkuat permodalan, sekaligus membangun ekosistem keuangan syariah yang lebih mapan dan inklusif. Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi pemain global, tetapi kekuatan industrinya harus dibangun terlebih dahulu,” kata Hakam.

Kelima, perbankan syariah perlu diberikan kesempatan lebih luas untuk masuk dalam skema penyaluran bantuan sosial non-tunai melalui perbankan dan berbagai program pemerintah lainnya.

Menurut Hakam, kebijakan tersebut dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas jangkauan layanan perbankan syariah hingga ke berbagai daerah.

“Perbankan syariah harus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Keterlibatan dalam program pemerintah, termasuk penyaluran bantuan sosial, dapat menjadi momentum untuk meningkatkan inklusi sekaligus memperkenalkan layanan syariah kepada masyarakat yang lebih luas,” tutup Hakam.(faz/ipg)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Exit Tol Waru Awal Pekan

Mobil Tabrak Bangunan Semi Permanen

Cuaca di Pos Pantau Gunung Merapi Cerah

Posisi Mobil Tersangkut di Viaduk dari Belakang

Surabaya
Selasa, 13 Oktober 2026
27o
Kurs