Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan pungutan liar (pungli) dengan modus menawarkan lowongan kerja (loker) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Eri tidak ingin penanganan kasus tersebut hanya berhenti pada dua tenaga harian lepas (THL) berinisial ARC dan F yang sebelumnya telah diberhentikan karena diduga terlibat dalam penipuan loker.
Ia meminta polisi menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas, termasuk jika terdapat keterlibatan Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pejabat Pemkot Surabaya.
“Tapi saya berharap nanti kalau ada pemeriksaan di kepolisian gitu bisa, udah bongkar lah sampai atas-atas ini siapa sebenarnya sih. Yang bawa siapa sih,” ungkapnya.
Ia memastikan langsung memberikan sanksi tertinggi berupa pemecatan.

NOW ON AIR SSFM 100

