Penurunan terjadi baik pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) maupun Penanaman Modal Asing (PMA). Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) turun 2,4 persen dan Penanaman Modal Asing (PMA) turun 3,2 persen.
Namun di tengah perlambatan tersebut, Kabupaten Pasuruan justru mencatatkan realisasi PMA sebesar Rp5,5 triliun, sedikit lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Gresik Rp5,4 triliun.
Menurut data DPMPTSP Jatim, capaian tersebut menunjukkan Pasuruan masih memiliki daya tarik bagi investor asing.
Namun, APINDO Jatim menilai daya tarik investasi tersebut perlu diikuti dengan kepastian bagi industri yang telah lama beroperasi di wilayah itu.
Eddy mengapresiasi upaya DPMPTSP Jatim memperkuat investasi melalui penyederhanaan perizinan, termasuk penerapan PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

NOW ON AIR SSFM 100

