Sentimen negatif terhadap rupiah juga datang dari penundaan pembicaraan mengenai Selat Hormuz antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Antara, pertemuan antara Oman, Iran, dan negara-negara Teluk untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz juga ditunda.
Ibrahim mengatakan Donald Trump Presiden AS pada Senin (14/9/2026) kembali menyampaikan klaim bahwa Iran sedang mengupayakan kesepakatan damai. Namun, klaim tersebut dibantah Teheran.
“Presiden AS Donald Trump pada hari Senin (14/9/2026) kembali melontarkan klaim yang sering ia sampaikan bahwa Iran sedang mengupayakan kesepakatan damai. Namun, Teheran membantah klaim Trump tersebut dan menyatakan bahwa tidak akan ada pembicaraan sampai syarat-syarat mereka dipenuhi, terutama tuntutan agar AS mematuhi ketentuan gencatan senjata bulan Juni yang kini sudah tidak berlaku lagi,” ungkap Ibrahim.
Selain faktor geopolitik, rupiah turut mendapat tekanan dari perkembangan ekonomi Amerika Serikat.

NOW ON AIR SSFM 100

