Di sisi lain, ULN swasta pada triwulan II-2026 tercatat 194,6 miliar dolar AS atau setara Rp3.470,89 triliun. Posisi ini masih terkontraksi 0,6 persen yoy, tetapi lebih rendah dibanding kontraksi triwulan I-2026 sebesar 1,3 persen yoy.
Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi ULN lembaga keuangan yang terkontraksi 3,4 persen yoy. Kontraksi itu juga lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 6,3 persen yoy.
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta paling banyak berasal dari industri pengolahan, jasa keuangan dan asuransi, pengadaan listrik dan gas, serta pertambangan dan penggalian. Keempat sektor tersebut mencakup 79,4 persen dari total ULN swasta.
ULN swasta juga masih didominasi utang jangka panjang dengan pangsa 75,7 persen dari total ULN swasta.
Secara keseluruhan, BI menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. Hal ini didukung penerapan prinsip kehati-hatian, rasio ULN terhadap PDB sebesar 30,6 persen, serta dominasi ULN jangka panjang yang mencapai 82,1 persen dari total ULN.
BI dan pemerintah menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dalam memantau perkembangan ULN. Peran ULN akan tetap dioptimalkan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan, dengan tetap meminimalkan risiko terhadap stabilitas perekonomian.(ant/iss)

NOW ON AIR SSFM 100

