Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (ULN) Indonesia pada triwulan II-2026 naik 4,4 persen secara tahunan atau year on year (yoy), menjadi 453,4 miliar dolar AS atau setara Rp8.086,84 triliun.
Meski meningkat, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat sebesar 30,6 persen dan dinilai tetap terjaga.
Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, dalam laporan Antara, Selasa (18/8/2026), mengatakan posisi ULN Indonesia pada triwulan II-2026 masih terkendali. Perkembangan itu dipengaruhi kenaikan ULN publik, baik pemerintah maupun bank sentral, di tengah kontraksi ULN swasta yang lebih rendah.
ULN pemerintah pada triwulan II-2026 tercatat 216,3 miliar dolar AS atau setara Rp3.857,93 triliun. Angka ini tumbuh 2,9 persen yoy, lebih rendah dibanding pertumbuhan triwulan I-2026 sebesar 3,8 persen yoy.
Kenaikan ULN pemerintah terutama dipengaruhi aliran masuk pada Surat Berharga Negara (SBN). BI menilai hal itu mencerminkan kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Indonesia yang tetap terjaga.

NOW ON AIR SSFM 100

