Rabu, 3 Maret 2021
Warrior Indonesia Bangkit

Ambil Peluang Ketika Ekspor Seafood Ditutup karena Pandemi Covid-19

Laporan oleh Anggi Widya Permani
Bagikan
Fadhila Fatmawati pemilik usaha kuliner Seafood Tumpah Crabby Party di Kota Pasuruan, satu dari 15 Warrior Hunt Indonesia Bangkit Suara Surabaya. Foto: Fadhila Fatmawati

Satu tindakan nyata lebih baik dari 1.000 rencana yang tidak dilaksanakan. Itulah prinsip yang dipegang Fadhila Fatmawati pemilik usaha kuliner Seafood Tumpah Crabby Party di Kota Pasuruan. Perempuan berusia 34 itu memberanikan diri untuk membuka usaha kuliner di tengah pandemi Covid-19.

Siapa sangka, usahanya itu tidak sia-sia. Baru beberapa bulan berjalan, Seafood Tumpah Crabby Party mulai banyak dikenal dan diminati masyarakat di Pasuruan. Bahkan, sekarang sudah memiliki cabang di Malang dan Bondowoso.

Sebelumnya, Fadhila adalah seorang karyawan di salah satu perusahaan swasta di Pasuruan. Namun kemudian, dia memantapkan diri untuk resign dan ingin membuka usaha dengan tabungannya.

“Selama 14 tahun menjadi karyawan, waktu saya bersama keluarga banyak yang terbuang. Apalagi jarak dari rumah ke tempat kerja cukup jauh sekitar 40 kilometer. Akhirnya saya memutuskan untuk resign pada akhir 2019, ingin fokus mengurus anak dan membuka usaha sendiri,” kata Fadhila.

Awalnya, Fadhila mempunyai ide untuk membuka usaha kuliner dengan bahan baku utama daging kambing. Tapi, ia mengurungkan niatnya karena harga daging yang cukup mahal. Kemudian ia melihat peluang lain dan memilih seafood sebagai bahan baku utamanya.

“Kami melihat peluang pada bulan Januari, wilayah Cina sedang terdampak pandemi virus corona, yang mengakibatkan ekspor seafood seperti kepiting, lobster ditutup sementara. Sehingga harga seafood di dalam negeri saat itu bisa dibilang sangat murah,” ujarnya.

Fadhila pun semakin mantap untuk membuka usaha tersebut, tanpa ada bayangan bagaimana kalau pandemi itu bisa menghampiri Indonesia dan berdampak ke usahanya. Berbekal media sosial, perlahan usaha kulinernya pun mulai dikenal.

Tiga bulan pertama restoran dibuka, kata dia, sudah mampu meraup omzet yang menurutnya melampaui target. Hampir setiap hari, restorannya selalu ramai pengunjung. Selain enak dan halal, kuliner seafood milik Fadhila ini dikenal murah, sehingga dapat dijangkau semua kalangan.

“Saya membuka restoran seafood dengan konsep yang belum ada di Pasuruan yaitu dengan konsep Louisiana Style ala Amerika. Louisiana style adalah cara penyajian makanan yang langsung di tumpahkan di atas meja, yang sudah dilapisi dengan kertas laminasi. Nah, cara makan seperti ini lebih menambah keakraban dan keceriaan di saat makan,” kata dia.

Salah satu olahan seafood di Seafood Tumpah Crabby Party milik Fadhila Fatmawati. Foto: Instagram seafoodtumpah.crabbyparty

Pada awal Maret 2020, Pemerintah mengumumkan kasus pertama Covid-19 di Indonesia. Seketika wabah Covid-19 itu seperti pukulan. Pemerintah pun membuat kebijakan untuk physical distancing. Saat itu juga pelaku usaha kuliner, pariwisata serta hiburan diharuskan untuk menutup sementara gerainya.

Fadhila mengaku, banyak dampak yang ia rasakan karena pandemi ini. Mulai dari omzet yang menurun hingga 80 persen sampai kesulitan mendapatkan bahan baku terutama saat PSBB. Apalagi, dia juga harus menanggung 11 orang karyawan yang bekerja di restorannya.

“Kalau sebelum pandemi, bisa terjual 35 kilogram seafood. Tapi selama pandemi turun menjadi 3-5 kilogram saja. Sempat kesulitan mendapatkan bahan baku, terutama saat PSBB diterapkan. Biasanya pakai jasa transportasi, tapi karena PSBB kita ambil sendiri di luar kota,” kata dia.

Namun kondisi itu tidak mematahkan semangat Fadhila untuk tetap bertahan dan bangkit di masa pandemi. Setelah pemerintah memperbolehkan restoran buka kembali dengan protokol kesehatan, Fadhila mulai melakukan inovasi untuk menarik minat pembeli.

“Saya tidak mengurangi karyawan, tapi mengurangi jam kerjanya saja. Itu sudah cukup menggaji mereka dan untuk beli bahan baku kembali. Lalu, kami juga menawarkan diskon untuk pembeli, gratis ongkir untuk wilayah Pasuruan. Juga aktif menggunakan media sosial dan pakai endorse juga,” kata dia.

Melalui inovasinya itu, kata Fadhila, usahanya tetap berjalan dan minat pembeli pun masih ada meski tidak sebanyak sebelum pandemi. Namun tekadnya untuk bangkit itu, berhasil membuat Fadhila membuka cabang dan mempekerjakan 5 karyawan di Malang dan 8 karyawan di Bondowoso.

Kegigihan juga mengantarkannya masuk dalam 15 Warrior Hunt Indonesia Bangkit Suara Surabaya.

“Tidak pernah terpikirkan oleh saya untuk mengembangkan usaha ini menjadi usaha yang lebih besar lagi. Karena saya merasa sudah sangat cukup dengan rejeki yang Allah berikan melalui Seafood Tumpah Crabby Party Pasuruan ini. Tapi saya memberanikan diri untuk menerima tawaran kerja sama dari seorang pengusaha di Malang, hingga akhirnya membuka cabang di sana,” jelasnya.

Rencana ke depan, ia ingin mengembangkan kemitraan agar bisa memberikan kesempatan kepada para investor/pelaku usaha untuk membuka cabang seafood-nya di seluruh Indonesia.

“Tetap semangat untuk kawan-kawan yang sangat ini sedang berjuang di tengah pandemi. Kalau ada yang usahanya seperti saya, bisa melakukan hal-hal yang menarik pelanggan, seperti tadi menyediakan diskon, free ongkir dan terus melakukan inovasi,” ungkapnya. (ang/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Atap Ambruk di Rangkah

Berlubang dan Berkubang

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Surabaya
Rabu, 3 Maret 2021
27o
Kurs