Selasa, 25 Agustus 2026

Perjalanan ke Tanah Leluhur Danau Sentarum Dimulai

Laporan oleh J. Totok Sumarno
Bagikan

Sekurangnya 61 karya foto, mulai Kamis (26/6/2014) dipamerkan di Galery House of Sampoerna, Surabaya, sebagai sebuah visualisasi perjalanan diwilayah perbatasan antara Indonesia dan Malaysia, tepatnya di Taman Nasional Danau Sentarum.

“Bisa jadi kawasan ini adalah sebuah wilayah yang unik. Betapa tidak, banyak perbedaan-perbedaan alam yang dapat kita temui, dan tidak terjadi pada wilayah lain diseluruh negeri ini. Perbedaan-perbedaan itu sangat indah,” ujar Oscar Motuloh kurator Galeri Foto Jurnalistik Antara.

Kawasan Danau Sentarum merupakan daerah tangkapan air dimusim hujan yang akan tergenang air selama kurang lebih 10 bulan dengan kedalam antara 6 hingga 14 meter. Uniknya, saat musim kemarau tiba, danau itu hanya menyisahkan alur-alur sungai kecil dikedalaman cekungan danaunya.

“Yang lebih unik lagi, adalah dua kelompok masyarakat yang menetap dan hidup disekitar danau itu. Yaitu Melayu dan Dayak dengan mata pencaharan yang sama sebagai nelayan. Dan disaat musim kemarau kedua kelompok masyarakat ini sama-sama tidak dapat melakukan aktivitasnya sebagai nelayan,” tambah Oscar Motuloh saat berbincang dengan suarasurabaya.net, kamis (26/6/2014).

Dan ke 10 fotografer muda yang secara khusus memang mengeksplorasi Danau Sentarum ini, melalui karya fotonya serasa ingin menyampaikan bahwa inilah keindahan Danau Sentarum dengan berbagai kelebihan sekaligus kekurangannya.

Kamis (26/6/2014) malam, Perjalanan ke Tanah Leluhur Danau Sentarum dijadwalkan dibuka, diwarnai dengan diskusi menghadirkan pembicara Hadi Purnomo seorang Visual Anthropologi.(tok/rst)

Teks foto:
-Pameran foto kaya 10 fotografer muda di Galery House of Sampoerna.
Foto: Totok suarasurabaya.net

Soerabaja10k
Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan Beruntun di Tol Waru Arah Perak

Truk Patah As Tutup Satu Jalur Benowo Surabaya

Sebelum Terbenam

Surabaya
Selasa, 25 Agustus 2026
29o
Kurs