Jumat, 3 April 2020

Khofifah Bantah Minta Rommy Perjuangkan Kakanwil Kemenag Jatim

Laporan oleh Dwi Yuli Handayani
Bagikan
Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur menjadi saksi untuk Romahurmuziy alias Rommy terdakwa mantan Ketua Umum PPP di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (11/12/2019). Foto: Antara

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur membantah meminta Romahurmuziy alias Rommy Ketua Umum PPP untuk memperjuangkan pengangkatan Haris Hasanuddin kepala kantor wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Jawa Timur.

“Saudara pernah mengatakan ke terdakwa Romahurmuziy ‘Gus Gus, Haris tolong diperjuangkan biar sinergi pemerintahan provinsi lebih baik ke depan’, ada bicara seperti itu?” tanya Rianto Adam Ponto anggota majelis hakim di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (11/12/2019).

“Saya tidak merasa Yang Mulia, hanya pernah pada awal Februari 2019 bahwa suatu saat Kiai Asep minta saya menanyakan kepada Mas Rommy katanya ‘Ada proses yang tidak selesai terkait pemilihan kader di Jatim, kenapa tidak segera dilantik padahal sudah selesai’. Beliau (kiai Asep) menelepon saya lalu setelah kiai Asep telepon, kebetulan Mas Rommy mengirimi saya ‘whatsapp’ untuk minta hadir kampanye PPP 10 April 2019, saya menyampaikan Insya Allah hadir, kemudian saya sampaikan jangan sampai tandingan dengan kampanye lain,” jawab Khofifah, seperti dilansir Antara.

Khofifah menyampaikan hal itu saat menjadi saksi untuk terdakwa Romahurmuziy alias Rommy mantan Ketua Umum PPP yang didakwa menerima suap bersama-sama dengan Lukman Hakim Saifuddin Menteri Agama sebesar Rp325 juta dari Haris Hasanuddin Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur dan Rp91,4 juta dari Muhammad Muafaq Wirahadi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik terkait pengangkatan keduanya dalam jabatan masing-masing.

Kiai Asep yang dimaksud adalah pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Jawa Timur Kiai Asep Saifuddin Chalim yang menaungi sekitar 9000-an santri.

“Saya katakan ke Mas Rommy ‘Jangan kanginan’ (masuk angin) karena saya melanjutkan bahasa beliau (kiai Asep) sudah selesai kenapa tidak segera dilantik,” tambah Khofifah.

Khofifah mengaku mengenal Haris Hasanuddin setelah ia menjabat gubernur pada akhir Februari 2019 ketika rapat koordinasi Kementerian Agama dan Khofifah menjadi narasumbernya.

“Saya diundang sebagai narasumber, sedangkan Haris selaku moderator, saat itu dia masih Plt Kakanwil Kemenag Jatim,” ungkap Khofifah.

Khofifah pun mengaku tidak pernah memberikan rekomendasi tertulis untuk Haris.

“Tidak pernah dan tidak memberikan rekomendasi tertulis, tidak yang mulia,” tegas Khofifah.

Namun Khofifah mengaku sempat melakukan ibadah umrah bersama dengan kiai Asep, mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur M Roziqi yang juga ketua timses Khofifah dalam pemilihan gubernur Jatim sekaligus mertua Haris.

“Pernah umroh Januari 2019 bersama Pak Roziqi, kyai Asep, tapi tidak ada komunikasi terkait Haris,” tambah Khofifah.

Khofifah sendiri mengaku kenal dengan Rommy sejak lama karena ia pun berkawan dengan ibunda Rommy di DPR periode 1992-1997.

“Tapi hanya mengenal sepintas karena kami di Jakarta sedangkan mas Rommy di Yogya,” ungkap Khofifah.

Haris sendiri dijatuhi vonis 2 tahun penjara karena terbukti menyuap Romahurmizy dan Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp325 juta terkait jabatan sebagai Kakanwil Kemenag Jatim. (ant/dwi)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Jumat, 3 April 2020
30o
Kurs