Senin, 30 November 2020

Sulitnya Akses Menghambat Penyaluran Bantuan Gempa Halmahera Selatan

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Tim medis menangani korban gempa langsung lokasi pengungsian di kawasan Kepulauan Joronga, Kabupaten Halmahera Selatan. Foto: Antara

Agus Gumiwang Kartasasmita Menteri Sosial menyatakan sulitnya akses menuju lokasi terdampak gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara menghambat penyaluran bantuan bagi para korban.

“Kita lihat langsung dari atas (helikopter) memang kesulitannya adalah jarak antarkampung berjauhan dan tidak ada akses,” katanya di Halmahera Selatan, Kamis (18/7/2019).

Mensos mengatakan, pemerintah telah menyiapkan bantuan, hanya tinggal disalurkan ke lokasi terparah terdampak gempa magnitudo 7,2 yang mengguncang Halmahera Selatan pada Minggu (14/7/2019).

“Aksesnya hanya bisa ditempuh dari laut sedangkan kita tahu bahwa laut itu tergantung dari beberapa hal. Saat ini cuaca menjadi salah satu yang sangat mempengaruhi operasi kita membantu warga terdampak,” katanya dilansir Antara.

Ia menambahkan bahwa cuaca buruk yang menyebabkan gelombang tinggi menjadi salah satu faktor yang memperlambat penyaluran bantuan.

“Solusinya kita lakukan upaya persuasif kepada para pemilik kapal agar mereka berani untuk melaut membawa bantuan yang kita siapkan, tapi itu juga kita gak bisa memaksakan mereka,” katanya.

Salah satu solusi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), katanya, adalah dengan menggunakan helikopter namun itu juga tergantung dari baik buruknya cuaca.

Bantuan dari Kementerian Sosial sudah mulai masuk ke wilayah yang terdampak parah yaitu Gane Luar.

Mensos bersama Doni Monardo Kepala BNPB meninjau langsung Gane Luar dengan helikopter. Mensos berdialog dengan warga yang mengharapkan agar bantuan segera disalurkan.

Abdul Gani Kasuba Gubernur Maluku Utara yang mendampingi Mensos mengakui bahwa cuaca buruk dari sertai ombak tinggi menjadi kendala dalam penyaluran bantuan.

“Memang kita terlambat tapi karena cuaca ombak, kalau ke Gane Luar aksesnya hanya dengan motor. Alhamdulillah dengan kehadiran Pak Menteri, Kepala BNPB berarti kami tidak sendirian,” katanya.

Kehadiran pemerintah pusat menjadi penyemangat Pemda dan masyarakat yang menjadi korban gempa bahwa mereka didukung dan diperhatikan.

Sebelumnya bantuan Kemensos sudah tiba ke Gane Luar namun dalam buah kecil karena hanya menggunakan motor.

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai Rp1,39 miliar untuk korban gempa di Maluku Utara berupa kebutuhan dasar pengungsi seperti tenda, makanan dan sandang serta peralatan kebersihan.

Gempa bumi dengan magnitudo 7,2 mengguncang Halmahera Selatan pada Minggu (14/7/2019) pukul 16.10 WIB dengan kedalaman 10 kilometer akibat pergerakan sesar aktif Sorong-Bacan.

Dampak gempa telah menyebabkan sebanyak 971 unit rumah rusak dan 3.104 jiwa terpaksa harus mengungsi karena masih mengalami trauma. Tercatat enam orang meninggal dunia dan dua luka berat serta 49 luka ringan.(ant/tin/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kecelakaan L300 Tabrak Pembatas Tol Sumo

Hujan Deras di Balonggebang Nganjuk

Kemacetan di Perak Barat

Surabaya
Senin, 30 November 2020
27o
Kurs