Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Surabaya mengimbau masyarakat tidak memelihara satwa liar, termasuk monyet ekor panjang. Imbauan itu disampaikan setelah dalam beberapa waktu terakhir, banyak laporan yang diterima Radio Suara Surabaya terkait hewan liar masuk permukiman warga.
Sumpena Kasi Konservasi Wilayah 3 BKSDA Surabaya menyebut hewan liar atau monyet memang terlihat lucu saat masih kecil, tetapi bisa menimbulkan konflik dan membahayakan ketika sudah tumbuh besar.
“Harapan kami, tolong kepada masyarakat untuk tidak memelihara jenis-jenis satwa liar. Memang satwa liar itu kalau kecil lucu, tapi kalau sudah besar berkonflik, bermasalah itu. Ini karena namanya satwa liar,” kata Sumpena saat on air di Radio Suara Surabaya, Jumat (17/7/2026).
Ia menambahkan, satwa liar tetap memiliki naluri liar meskipun sempat jinak saat kecil. Saat merasa tidak nyaman atau tertekan, satwa tersebut bisa menggigit atau menyerang orang lain, bahkan pemiliknya sendiri.
“Ketika dia enggak nyaman atau tertekan, dia mengeluarkan keliarannya. Banyak jenis-jenis satwa itu seperti monyet ekor panjang ya. Kecilnya jinak, lucu. Ketika gede, tuannya pun ketika sudah dia merasa tidak nyaman bisa-bisa digigit juga gitu,” katanya.

NOW ON AIR SSFM 100

