Minggu, 27 September 2020

Bantuan Masyarakat ke Posko Covid-19 Pemkot Surabaya Terus Mengalir

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Posko Covid-19 Pemkot Surabaya yang terus mengalir bantuan datang dari berbagai instansi, baik itu perusahaan daerah, swasta, instansi pendidikan, maupun personal. Foto: Istimewa

Bantuan dari masyarakat ke Posko Covid-19 Pemkot Surabaya terus mengalir. Bantuan datang dari berbagai instansi, baik itu perusahaan daerah, swasta, instansi pendidikan, maupun personal.

Febriadhitya Prajatara Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada Pemkot Surabaya dalam menangani wabah Covid-19 ini, baik perusahaan daerah, swasta maupun perseorangan.

“Kami sampaikan terima kasih banyak untuk warga kota atas bantuan yang terus mengalir selama ini. Ini bukti bahwa kita bersama-sama melawan Covid-19 ini. Semua bantuan yang telah diberikan akan kami salurkan sebaik mungkin kepada warga Kota Surabaya,” kata Febri di Kantor Bagian Humas Surabaya, Kamis (2/4/2020).

Febri menjelaskan, bantuan terbaru yang diterima Pemkot Surabaya pagi ini adalah bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Universitas Surabaya (Ubaya). APD yang diterima kali ini berupa masker 20 box, sarung tangan steril 172 box, hazmat suit 100 unit, boots 50 pasang, kaca mata pelindung 300 unit.

“Kemudian cairan antiseptik sebanyak 400 liter, cairan disinfektan 100 liter, face shield mask 50 unit, serta dua bilik seterilisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Imam Siswandi Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Masyarakat Pemkot Surabaya mengatakan, begitu banyak bantuan berdatangan silih berganti. Mulai dari perusahaan daerah, swasta, komunitas, universitas berbondong-bondong memberi bantuan. Bahkan, tak sedikit bantuan secara personal atau perseorangan.

“Mereka memberikan bantuan-bantuan itu tanpa diminta. Malah menawarkan apa yang bisa dibantu,” kata Imam.

Menurut Imam, bantuan yang kerap kali diterima setiap hari yakni bahan pembuatan minuman tradisional (pokak). Yaitu jahe, kayu manis, sereh, gula merah dan kapulaga. Termasuk telur rebus. Bahkan sampai dengan kebutuhan sembako pun mendapat bantuan dari salah satu mall di Surabaya sebanyak seribu paket.

“Untuk jahe sekitar 110 kilogram, gula merah 30 kilogram. Lalu telurnya hampir setiap hari 700–1.000 kilogram. Sekitar sepekan lalu ada yang kirim telor sebanyak 7.775 kilogram. ada dari  perusahaan daerah dan swasta,” kata dia.

Selain untuk bahan pokak dan telur rebus, pemkot juga kerap kali mendapatkan bantuan tandon, wastafel, tangki spayer botol hand sanitizer, alkohol, bilik sterilisasi tipe chamber, tempat sabun cair pun juga diterima Pemkot Surabaya akhir-akhir ini. Bahkan, keperluan seperti tisu yang biasa diletakkan di samping wastafel, juga banyak mendapatkan bantuan.

“Untuk tisu sekitar 500 box setiap hari. Kemudian sabun kami dapat bantuan dari pabriknya langsung. Ada juga yang memberikan kipas angin yang kami letakkan di pasar kipasnya diisi dengan air disinfektan.  Jadi dengan begitu meringankan beban pemerintah kota,” ungkapnya.

Gotong-royong masyarakat Surabaya tidak hanya sampai di situ saja. Beberapa perusahaan daerah, juga ikut mengambil peran sebagai bentuk kepeduliannya dengan memberikan sejumlah donasi berupa uang tunai yang dikirimkan ke rekening milik Pemkot Surabaya.

“Nilainya bermacam-macam, ada yang memberi donasi uang Rp 10 juta bahkan ada pula salah satu perusahaan yang menyerahkan dananya sekitar Rp 500 juta,” tegas dia.

Tidak hanya itu, Imam menegaskan ada pula sebagian orang yang secara personal yang memberikan donasinya tanpa menuliskan pengirimnya alias no name. Jumlahnya cukup beraneka ragam.

“Bantuan itu mulai mengalir sejak tanggal 19 Maret. Setelah saya bersurat kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya,” urainya.

Hari bergulir seiring bantuan kian mengalir. Imam bercerita tidak satu dua kali perusahaan menanyakan kebutuhan apa yang saat ini tengah diperlukan pemkot dalam menanggulangi wabah Covid-19. Ia pun menjawab yang tidak kalah pentingnya untuk saat ini adalah alat pelindung diri untuk  medis. Bagi dia, kebutuhan tersebut harus terus disupport lantaran dokter atau tenaga medis (nakes) adalah garda terdepan dari penanganan Covid-19 ini.

“Kemarin Korpri memberi bantuan masker N95 sekitar 400 pcs. Saya arahkan juga temasuk pemberian APD. Supaya teman-teman nakes terlindungi. Jangan sampai mereka terkena (wabah) ini, karena merekalah yang merawat masyarakat. Jadi, mari bersama-sama melawan Covid-19 ini,” katanya. (bid/ang/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Bintang Rahmadani

Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Raya Taman arah Bundaran Waru

Bypass Krian arah Mojokerto Macet

Underpass Satelit arah Mayjen Sungkono Macet

Kemacetan di Manukan

Surabaya
Minggu, 27 September 2020
29o
Kurs