Jumat, 4 Desember 2020

Bappeko Surabaya Sediakan 154 Alat Semprot Disinfektan untuk Kelurahan

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Distribusi alat-alat disinfektan dilakukan oleh LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan). Foto: Istimewa

Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya membekali setiap kelurahan dengan alat penyemprot disinfektan beserta paket perlindungan petugas penyemprot. Ada 154 alat penyemprot disinfektan yang disediakan untuk 154 kelurahan di Surabaya.

Distribusi alat-alat tersebut dilakukan oleh LPMK (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan).

“Kami koordinasikan berdasarkan wilayah Surabaya Barat, Timur, Tengah, dan Selatan. Alhamdulillah, sudah 80 persen alat-alatnya diambil kemarin. Harusnya hari ini semua sudah diambil,” kata Moch. Unsi Fauzi Ketua Forum Komunikasi LPMK Kota Surabaya, Minggu (29/3/2020).

Fauzi mengatakan, alat-alat dari Bappeko itu langsung digunakan oleh para anggota LPMK di kelurahan. Mereka memastikan semua RW telah tercover semprotan disinfektan.

“Pagar rumah, gang-gang, pos kamling, dan juga di dalam rumah. Semuanya kami semprot disinfektan. Tidak boleh ada yang ketinggalan,” katanya.

Selain menyediakan alat penyemprot, ada juga perlengkapan lainnya seperti kacamata, masker, jas hujan sebagai pelindung, dan cairan disinfektan yang bisa dicampur dengan air biasa hingga puluhan liter.

“Cairan disinfektan-nya cukup untuk semua kampung di satu kelurahan,” katanya.

Fauzi mengatakan, bantuan paket alat penyemprot disinfektan dari Bappeko itu sangat berguna bagi warga Kota Surabaya. Sebab, setiap kampung-kampung kini terus berusaha melakukan mitigasi mandiri terhadap wilayahnya. Namun, banyak yang tidak memiliki peralatan memadai.

“Dengan bantuan alat ini, warga bisa lebih aktif melakukan pencegahan corona,” katanya.

Menurut Fauzi, problem kampung dalam melakukan mitigasi mandiri terkait pencegahan corona covid-19 adalah pada kesadaran masyarakat. Sebagian besar tidak menganggapnya serius sampai kemudian ada petugas yang turun ke lapangan.

Karena itu, dengan adanya paket alat penyemprotan disinfektan dari Bappeko, LPMK bisa sekaligus sosialisasi betapa virus corona covid-19 adalah penyakit mematikan yang berbahaya dengan kemampuan penyebaran yang begitu masif.

“Warga kampung itu butuh diyakinkan. Tak bisa cuma dengan sosialisasi. Harus juga dengan mendemonstrasikan pekerjaan. Karena itu, paket bantuan ini bisa membuat kita lebih mudah menyadarkan warga untuk menjaga protokol pembersihan diri dan keluarga dengan cuci tangan dan menggunakan masker. Serta protokol menjaga kampung dengan salah satunya semprotan disinfektan ini,” katanya. (bid/ang)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Banjir di Tambak Langon

Banjir di Darmo Indah Sari

Mobil Terguling di Tol

Mobil Nyaris Masuk Sungai di Wiyung

Surabaya
Jumat, 4 Desember 2020
29o
Kurs