Senin, 26 Oktober 2020

Dispenduk Surabaya Tak Lagi Terbitkan Suket, Pemohon Baru Langsung Diproses

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Agus Imam Sonhaji Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya. Foto: Abidin suarasurabaya.net

Agus Imam Sonhaji Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya mengatakan, telah menuntaskan pencetakan 153 ribu surat keterangan (Suket) menjadi KTP-el.

Sebelumnya, 153 Suket itu diterbitkan dalam periode Juni 2019 hingga awal Februari 2020, karena saat itu blangko KTP-el belum mencukupi semua pengajuan KTP-el.

“Akhirnya, kami berkoordinasi dengan Kemendagri. Kami minta tolong untuk dibantu. Apalagi sebentar lagi ada perhelatan pilkada, sehingga kurang elok rasanya kalau warga hanya memegang suket,” kata Agus, Senin (9/3/2020).

Setelah koordinasi, pihak kementerian mengirimkan 153 ribu blangko KTP-el secara bertahap. Mereka mengirimkan blangko itu mulai 5 Februari hingga terakhir dikirim pada 27 Februari 2020.

“Sejak dikirim itu, kita lembur terus hingga pencetakannya tuntas 153 ribu itu pada 29 Februari 2020 tengah malam,” katanya.

Agus memastikan, saat ini Pemkot Surabaya sudah tidak lagi menerbitkan Suket. Sebab, semuanya sudah tercetak dalam bentuk KTP-el. Setelah tercetak itu, Dispendukcapil juga langsung mengirimkannya ke kelurahan-kelurahan untuk diberikan kepada warga yang telah melakukan perekaman dan masih memegang Suket.

“Jadi, sejak saat itu pula kami sudah tidak menerbitkan Suket,” tegasnya.

Sementara, kata Agus, khusus warga yang baru mengajukan pembuatan KTP-el, Agus memastikan akan langsung diproses pencetakannya. Sesuai Peraturan Daerah (Perda), masa pencetakannya sekitar 7 hari, namun hal itu terus dipercepat.

“Kita percepat, 7 hari itu terlalu lama, apalagi ini sudah lancar pengiriman blangko KTP-el nya, sehingga pasti bisa lebih cepat,” ujarnya.

Menurut Agus, bagi warga yang baru mengajukan pembuatan KTP-el, nanti akan ada e-Kitir yang dilengkapi QR Code. Jika QR Code itu discan, maka akan diketahui progres pembuatan, sudah tercetak atau belum. Bahkan, bisa diketahui pula apakah sudah dikirim ke kelurahan atau tidak.

“Ini kami buat supaya warga tidak bolak-balik datang ke Siola atau ke kelurahan,” katanya.

Di samping itu, apabila warga ingin mengetahui lebih detail tentang progres pencetakannya dan apakah sudah dikirim ke kelurahan atau tidak, maka warga bisa juga men-download aplikasi Surabaya e-ID di playstore. Setelah mendapatkan akun dan bisa masuk ke aplikasi itu, nanti bisa diklik menu takon.ID dan akan terbuka detail apakah sudah tercetak atau belum.

“Bahkan, jika sudah tercetak, akan diketahui sampai sejauh mana progres distribusi KTP-el nya. Misal masih dipilah di Dispendukcapil atau sudah proses pengiriman oleh caraka atau sudah diterima oleh petugas kelurahan. Itu bisa diketahui semua,” katanya.

Melalui aplikasi ini, maka warga akan bisa mengetahui progres cetak KTP-el nya dan tidak perlu repot-repot berangkat ke Siola atau ke kecamatan/kelurahan untuk menanyakan apabila KTP-el nya memang belum tercetak.

“Jika memang belum tercetak ya sabar dulu, jangan langsung ke kelurahan. Sebaliknya, apabila setelah discan QR Code atau melihat di Surabaya e-ID sudah terinformasi tercetak dan status sudah diterima oleh petugas kelurahan, maka ayo segera menuju ke kelurahan untuk mengambilnya,” katanya. (bid/iss/ipg)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan di Bundaran Margomulyo

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Surabaya
Senin, 26 Oktober 2020
33o
Kurs