Selasa, 2 Juni 2020

Kemendikbud dan Google Institute Digitalisasi Wayang

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Ilustrasi. Pagelaran Wayang kulit. Foto: Wikimedia

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bekerjasama dengan Google Institute dan Pemprov DKI Jakarta melakukan digitalisasi lebih dari 4.000 buah koleksi wayang dari Museum Wayang Nasional.

“Sebagai salah satu warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni bertutur yang diakui oleh UNESCO, Wayang bukan hanya sekadar sebuah kesenian atau pertunjukan. Wayang merupakan media refleksi yang lebih sering menggambarkan kisah nyata masyarakat dan juga penuh dengan kearifan-kearifan yang dapat dijadikan falsafah hidup,” ujar Hilmar Farid Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, dalam keterangan tertulisnya yang dilansir Antara, Rabu (13/5/2020).

Hilmar menambahkan wayang merupakan bagian penting dari masyarakat Indonesia yang tidak hanya harus dilestarikan, tetapi juga dirayakan.

“Berkat Google Arts and Culture, secara digital kami dapat melestarikan bagian-bagian penting dari warisan Indonesia, sekaligus merayakan keberagamannya yang unik dan mewarnai setiap bagian Indonesia,” kata Hilmar.

Masyarakat dapat mengakses koleksi wayang tersebut melalui platform Google Arts and Culture.

Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, mengatakan saat ini banyak hal yang dapat dilakukan di rumah dengan bantuan teknologi. Melalui Google Arts and Culture masyarakat dapat belajar tentang warisan budaya Indonesia yang kaya dengan cara menyenangkan dan menarik.

“Kami senang dapat memperkenalkan salah satu keunggulan budaya kami dari Museum Wayang Nasional ke Google Arts and Culture, yang tidak hanya membuatnya dapat diakses oleh banyak orang di Indonesia, tetapi juga untuk dikenalkan ke masyarakat dunia,” kata Anies Baswedan.

Ryan Rahardjo, Manajer Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah, Google Indonesia, mengatakan Google menyadari pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas sebuah negara.

Sejak Oktober 2017, Google telah secara aktif bekerja untuk menambahkan lebih banyak konten dari museum-museum dan juga tempat bersejarah nasional di Indonesia ke Google Arts and Culture.

“Kami berharap dapat terus melestarikan dan merayakan lebih banyak warisan dan khazanah budaya Indonesia secara digital di masa mendatang,” kata Ryan.

Digitalisasi Wayang merupakan salah satu bentuk nyata dari pelestarian budaya. Kemendikbud mendukung secara penuh upaya yang dilakukan Google Arts and Culture, karena termasuk dalam salah satu pendukungan program pelestarian budaya.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait
NOW ON AIR SSFM 100

Nur Aini Kusuma

Potret NetterSelengkapnya

Kios Bensin di Lebak Jaya Utara Terbakar

Banjir di Tambak Sawah

Pohon Tumbang di Exit Tol Dupak

Kepadatan di Pasar Wadungasri

Surabaya
Selasa, 2 Juni 2020
29o
Kurs