Sabtu, 21 Mei 2022

Menparekraf Ingatkan Semua Sektor Terapkan Prokes Jelang Libur Panjang

Laporan oleh Dhafintya Noorca
Bagikan
Suasana Pantai Nambangan, Kenjeran pada Kamis (20/08/2020) ramai dikunjungi wisatawan lokal Surabaya. Mereka memanfaatkan waktu libur Tahun Baru Islam 1 Muharam 1442 Hijriyah. Bisa menikmati pantai yang cenderung bersih, di sini pengunjung tidak dikenakan tarif masuk. Hanya perlu membayar parkir saja di area Taman Surabaya. Foto: Antonsuarasurabaya.net

Wishnutama Kusubandio Menparekraf mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan menjelang libur akhir tahun untuk menekan penyebaran Covid-19, karena pergerakan masyarakat diproyeksi akan meningkat signifikan.

Menparekraf dalam keterangannya mengatakan, pergerakan masyarakat di masa libur Natal dan Tahun Baru mendatang diprediksi tetap meningkat. Baik untuk liburan ataupun arus mudik dan juga arus balik.

“Walaupun hal tersebut berdampak baik terhadap sektor pariwisata dan multiplier effect-nya, tetapi saya mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha wisata harus betul-betul disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan rasa kepedulian dan tanggung jawab yang tinggi,” kata Wishnutama.

Angkasa Pura I sebelumnya memproyeksikan trafik penumpang di libur Natal dan Tahun Baru sebanyak 2,3 juta – 2,5 juta orang.

Sedangkan Angkasa Pura II memproyeksikan pergerakan penumpang di 19 bandara yang dikelola sebanyak 1,77 juta.

Untuk Bali, diperkirakan jumlah penumpang akan mencapai 177 ribu orang di periode 18 Desember 2020 hingga 10 Januari 2021.

Untuk itu Menparekraf sekali lagi menekankan penerapan protokol kesehatan menjadi hal penting untuk diperhatikan industri dan masyarakat.

Menurut dia, proyeksi peningkatan jumlah ini harus membuat para pelaku di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif maupun wisatawan melaksanakan protokol kesehatan dengan penuh kedisiplinan dan kepedulian.

“Rasa kepedulian terhadap diri kita sendiri, keluarga, sahabat, teman-teman, dan yang paling penting terhadap sektor pariwisata,” katanya.

Terlebih, data terbaru menunjukkan tren positivity rate Covid-19 skala nasional kembali mengalami peningkatan.

Sempai 13 Desember tren positivity rate nasional meningkat dari 13,81 persen menjadi 18,1 persen. Artinya tingkat penularan di masyarakat masih tinggi terjadi.

“Kami tidak ingin liburan ini justru meningkatkan jumlah Covid-19,” kata Wishnutama.(ant/dfn/ipg)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 21 Mei 2022
28o
Kurs