Senin, 27 Juni 2022

Mobil PCR BNPB Pamit dari Surabaya

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Sandi Andika Kapten Mobil laboratorium PCR BNPB berpamitan dengan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya, di Dapur Umum Balai Kota Surabaya, Rabu (17/6/2020). Foto : Istimewa

Mobil laboratorium PCR dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang beberapa minggu ini sudah melakukan tes swab di Surabaya harus berpamitan, Rabu (17/6/2020). Dua unit mobil laboratorium itu akhirnya pamit karena harus melanjutkan tugasnya berkeliling ke daerah lain di Indonesia.

Sebelum meninggalkan Kota Pahlawan, para petugas mobil laboratorium PCR itu menemui Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya yang sedang berada di Dapur Umum Balai Kota Surabaya, untuk berpamitan.

Risma pun melepas mereka secara simbolik dan mengucapkan terima kasih karena sudah membantu warga Kota Surabaya dalam menangani Covid-19.

“Terima kasih Mas-Mas dan Mbak-Mbak. Sudah melayani masyarakat Surabaya selama beberapa minggu ini. Matur nuwun (terima kasih),” kata Risma.

Risma juga menyampaikan permohonan maaf jika selama berada di Surabaya terdapat hal yang kurang berkenan. Risma berterima kasih kepada satu per satu dari mereka. “Maaf jika selama di sini (Surabaya) ada yang kurang berkenan. Sekali lagi terima kasih,” katanya.

Risma lantas memberikan kenang-kenangan cinderamata kepada mereka. Mulai dari patung lampu hias ikon Suroboyo hingga kain batik buatan UMKM Dolly. “Kalian kalau pernah dengar Dolly ya ini hasil karyanya sekarang,” ungkapnya.

Sementara itu, Sandi Andika Kapten Mobil laboratorium PCR BNPB mengatakan, selama berada di Surabaya ini bakal menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Apalagi masyarakat di Kota Pahlawan orangnya ramah-ramah. “Orangnya ramah dan menyenangkan. Banyak cerita lucu dan menarik di sini,” kata Sandi.

Ia mengungkapkan, mobil laboratorium PCR dari BNPB ini fokus pada tes swab untuk masyarakat. Sejak awal dioperasikan hingga Selasa (16/6/2020), mobil ini telah melakukan pemeriksaan swab sekitar 5 ribu. “Untuk kategori usianya beragam. Ada yang anak kecil sampai usia lanjut,” terangnya.

Kapten Mobil Laboratorium PCR ini juga menceritakan antusias warga yang tinggi dalam mengikuti tes swab. Selama beberapa minggu di Surabaya, jumlah pasien yang dites sudah ribuan. Seperti misalnya yang sebelumnya dilakukan di Gelora Pancasila dan Hotel Asrama Haji. “Antusias warga Surabaya cukup tinggi angkanya. Hanya ada satu dua orang yang akhirnya tidak jadi swab setelah registrasi,” ungkap dia.

Sandi menyebut, dalam satu mobil laboratorium PCR itu terdapat enam orang yang mengendalikan. Enam orang tersebut masing-masing punya tugas dan fungsi. Mereka terdiri dari kapten, asisten kapten, swaber, ekstracen, analis dan petugas maintenance.

“Jadi setelah dari swaber kan perlu di ekstrak dulu setelah itu ada dari analis. Analis itu yang berfungsi untuk memasukkan hasil dari spesimen ini ke dalam mesin dan dia menganalisis hasilnya,” katanya.(bid/iss/rst)

Berita Terkait

Surabaya
Senin, 27 Juni 2022
30o
Kurs