Senin, 18 Oktober 2021

Pemerintah Klaim Penanganan Covid-19 di Indonesia Lebih Baik dari Rata-rata Dunia

Laporan oleh Farid Kusuma
Bagikan
Airlangga Hartarto Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN). Foto: Dok suarasurabaya.net

Airlangga Hartarto Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) mengungkapkan angka kesembuhan pasien membaik dan angka kematian pasien di Tanah Air sudah bisa ditekan.

Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian, kondisi Indonesia relatif lebih baik dibandingkan dengan angka rata-rata dunia.

Hal itu disampaikan Airlangga, Senin (28/9/2020), usai mengikuti rapat kabinet di Istana Kepresidenan Jakarta, membahas perkembangan penanganan Covid-19.

“Angka kesembuhan per hari ini sudah berada di 73,77 persen atau sudah setara dengan rata-rata dunia. Angka kematian (fatality rate) 3,77 persen sudah jauh lebih baik dari sebelumnya, dan kasus aktif 22,46% persen,” ujarnya.

Kemudian, Airlangga mengungkapkan adanya penekanan khusus dari Presiden terkait penerapan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di berbagai daerah.

“Presiden berharap Kapolri bisa menjaga protokol kesehatan dalam Pilkada. Sehingga nanti tidak muncul klaster Pilkada,” katanya.

Lebih lanjut, Airlangga Hartarto menjelaskan skema vaksin yang disiapkan pemerintah akan diprioritaskan pada tenaga medis dan penerima bantuan dari pemerintah. Sedangkan untuk vaksin skema mandiri masih dalam penyempurnaan.

Selain itu, bisa juga ada alokasi vaksin yang berasal dari usulan sektor korporat, yaitu pihak-pihak yang membeli secara berkelompok.

Ketua Umum Partai Golkar itu menegaskan, pemerintah sudah menyiapkan Peraturan Presiden, roadmap, dan dashboard vaccine tracing programme.

“Nantinya dilakukan tracing terhadap siapa yang mendapatkan dan bagaimana efektivitasnya,” sebut Airlangga.

Laku, terkait anggaran untuk vaksin, pemerintah menyiapkan Rp37 triliun, dan pada APBN 2021 disiapkan lagi Rp18 triliun.

Pada kesempatan itu, Airlangga memaparkan ketersediaan tempat tidur atau bed of rate (BOR) secara nasional, ada 46.705 bed dan occupancy (keterisian) 21.619 bed atau sudah mencapai 42,69 persen berupa tempat tidur, ICU dan isolasi mandiri.

Dia merinci, pada 9 provinsi prioritas secara persentasenya Jawa Timur 41,8 persen, DKI Jakarta 60,6 persen, Jawa Barat 55,1 persen, Jawa Tengah 40,3 persen, Sumatera Utara 45,0 persen, Sulawesi Selatan 29,4 persen, Bali 61,6 persen, Kalimantan Selatan 33,4 persen dan Papua 37,6 persen.

“Angka itu secara nasional masih di bawah standar WHO sebesar 60 persen,” katanya.

Terkait strategi menekan angka kematian, Ketua Komite Penanganan Covid-19 menyampaikan lima poin yang dilakukan pemerintah.

Pertama, meningkatan atau mengembangkan fasilitas rumah sakit, penyiapan fasilitas pasien isolasi mandiri di Wisma Atlet dan hotel-hotel.

Kedua, memisahkan kelompok komorbid dan perlindungan terhadap kelompok yang rentan. Ketiga pasien yang perlu mendapatkan pertolongan tidak harus menunggu kondisi gejala berat atau kritis.

Keempat, standardisasi RS rujukan Covid-19. Kelima, perlindungan tenaga kesehatan berikut test PCR gratis.

Mengenai penyeragaman standar harga PCR Test, pemerintah kata Airlangga masih menunggu laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Harganya ada yang direkomendasikan secara individual atau per kelompok,” sebutnya.

Sementara itu, pada program pemulihan ekonomi, Airlangga menyebut secara umum sudah berjalan baik. Tapi, dia mengakui ada beberapa sektor yang penyerapannya masih rendah seperti sektor pembiayaan korporasi.

Airlangga bilang, bantuan yang disalurkan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Perbanas akan dievaluasi supaya mencapai target.(rid/lim)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling di Lawang Malang

Truk Terguling Menimpa Taksi di Medaeng

Surabaya
Senin, 18 Oktober 2021
29o
Kurs