Rabu, 25 November 2020

Staf Ahli Bupati Sumenep Meninggal Akibat Covid-19

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Bupati Sumenep Busro Karim menjadi imam dalam shalat jenazah korban COVID-19 di halaman Pemkab Sumenep, Ahad (4/10/2020). Foto: Humas Sumenep

Staf Ahli Bidang Ekonomi Bupati Sumenep, Jawa Timur, Febriyanyo, meninggal dunia dan terkonfirmasi positif terpapar virus corona jenis baru atau Covid-19.

“Mari kita jadikan perhatian bersama. Mari kita sama-sama meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid-19 bisa terus ditekan,” kata Busro Karim Bupati Sumenep di Sumenep, Minggu (5/10/2020).

Busyro Karim Bupati memimpin langsung shalat dan pelepasan jenazah Febriyanto di halaman Pemkab Sumenep, Minggu pagi.

Shalat jenazah digelar dengan menerapkan protokol kesehatan di halaman Pemkab Sumenep dengan diikuti seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) dan staf di lingkungan Pemkab Sumenep, para keluarga, dan kerabat almarhum.

Seperti yang dilansir Antara, Febriyanto merupakan Staf Ahli Bupati Busyro Karim di bidang ekonomi, pembangunan, dan keuangan Pemkab Sumenep.

Sebelumnya, Febriyanto menjalani perawatan di Rumah Sakit PHC Surabaya. Hasil tes usap yang bersangkutan dinyatakan positif terpapar Covid-19 dan meninggal dunia pada Sabtu (3/10/2020), sekitar pukul 16.05 WIB.

Jenazah Totok, sapaan karib almarhum, dikebumikan di sebelah barat Taman Makam Pahlawan Sumenep.

Berdasarkan rilis Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemprov Jatim, Kabupaten Sumenep termasuk salah satu daerah di Jawa Timur dengan status penyebaran Covid-19 kategori parah atau zona merah.

Jumlah warga di kabupaten paling timur di Pulau Madura yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga 4 Oktober 2020 sebanyak 406 orang, dengan jumlah pasien sembuh sebanyak 326 orang dan sebanyak 26 orang sisanya meninggal dunia.

Kabupaten Sumenep menempati urutan kedua dalam hal jumlah warga yang positif Covid-19 di Pulau Madura.

Jumlah terbanyak berada di Kabupaten Bangkalan, yakni 528 orang, Sumenep sebanyak 406 orang, Pamekasan 336 orang, dan yang paling sedikit Kabupaten Sampang, yakni sebanyak 260 orang.

Awalnya, Kabupaten Sumenep tergolong kabupaten dengan jumlah warga paling sedikit yang terkonfirmasi Covid-19.(ant/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Truk Terguling, Lalu lintas Macet

Pohon Tumbang Menutup Jalan Utama Bangkalan Kota

Truk Tabrak Tiang Listrik di Pandaan

Serikat Pekerja Blokir Basuki Rahmat Surabaya

Surabaya
Rabu, 25 November 2020
28o
Kurs