Jumat, 3 April 2020

Tanggulangi Wabah Corona, Sarmuji Minta Cukai Ethanol Dibebaskan

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Sarmuji anggota Komisi XI DPR RI saat menyerahkan bahan ethanol untuk pembuatan disinfektan di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (26/3/2020). Foto: Abidin suarasurabaya.net

Sarmuji Anggota Komisi XI DPR RI, mendorong agar ethanol untuk kepentingan medis dan sosial dibebaskan dari cukai. Hal ini mengacu pada upaya pemerintah dan masyarakat yang sedang melakukan penanggulangan wabah Corona (Covid-19).

“Terutama berkaitan dengan suplai, kami akan mendorong untuk kepentingan dan penanggulangan dan perlawanan kita pada Covid 19, ethanol untuk kepentingan medis dan sosial supaya dibebaskan dari cukai,” kata Sarmuji saat memfasilitasi PT Molindo Raya Industrial Lawang memberikan bantuan ethanol 70 persen sebanyak 20 ribu liter kepada Pemprov Jatim, Kamis (26/3/2020) kemarin.

Selain itu untuk menjaga kelangsungan suplai bahan baku, Sarmuji minta pemerintah sementara waktu menghentikan atau melarang ekspor bahan baku ethanol. Sebab, kondisi saat ini masyarakat berebut ethanol sebagai salah satu bahan untuk memerangi penyebaran Corona.

Karena itu, menurut Sarmuji, harus ada kontinuitas jaminan pasokannya saat bahan baku tersedia dalam jumlah yang cukup. Jika tidak, maka ketersediaan ethanol akan terganggu.

“Kita akan desak pada pemerintah, supaya ekspor bahan baku untuk ethanol dibatasi atau dihentikan paling tidak dalam rangka penanggulangan Covid-19 ini,” tegas legislator yang juga ketua DPD Partai Golkar Jatim tersebut.

Apalagi produksi ethanol di Jatim jumlahnya cukup banyak. “Enggak usah khawatir, Bu Gubernur tadi baru tahu kalau ethanol di Jatim itu produksinya banyak, jutaan liter,” tandasnya.

“Bu Gubernur tadi tanya, kita cari ethanol susah. Ya sudah karena tidak tahu tempatnya. Alhamdulillah kita sambungkan, bukan hanya jualnya dimana tapi pabriknya tahu sekarang,” imbuh Sarmuji.

Gayung pun bersambut. Langkah Sarmuji ini mendapat dukungan dari Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim. Menurutnya, usulan ini sama dengan kebijakan pemerintah untuk stop ekspor Alat Pelindung Diri (APD), karena kebutuhan dalam negeri sedang banyak.

“Jadi saya seiring dengan yang disampaikan Pak Sarmuji, untuk raw material ethanol misalnya, ini bisa setop sementara ekspornya agar pemenuhan kebutuhan ethanol dalam negeri bisa tercukupi,” kata Khofifah. (bid/tin)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Trailler Tabrak Pembatas Jalan di Tol

Mobil Terbakar di Karah Indah 1

Penyemprotan Disinfektan di A.Yani

Surabaya
Jumat, 3 April 2020
26o
Kurs