Kamis, 22 Oktober 2020

Video Ospek Daring Viral, Unesa Selesaikan Secara Internal

Laporan oleh Zumrotul Abidin
Bagikan
Salah mahasiswa senior tampak menegur peserta yang tidak memperlihatkan ikat pinggang saat ospek via daring mahasiswa Unesa. Foto: Tangkapan layar video Ospek Unesa

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek Unesa yang digelar secara daring, menjadi trending topik di jagat maya. Video berdurasi 30 detik tentang PKKMB Unesa tahun 2020 itu diunggah oleh akun twitter @skipberat.

Dalam unggahan video tersebut terlihat mahasiswi baru (maba) dibentak-bentak oleh senior mereka karena tidak memakai ikat pinggang (sabuk).

Maba itu kemudian mencoba memerlihatkan ikat pinggang. Namun si senior berkata tidak melihatnya.

“Ikat pinggang diperlihatkan, ga dibaca tata tertibnya? ujar salah seorang senior perempuan.

Video ospek Unesa ini lantas menjadi kontroversi di media sosial. Istilah-istilah yang ada dalam konten video itu menjadi trending topik.

Vinda Maya Setianingrum Ketua Satuan Kehumasan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), menyatakan pihaknya akan menyelesaikan secara internal terkait viralnya video Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) atau ospek di media sosial.

Vinda mengakui video tersebut merupakan salah satu rangkaian PPKMB yang dilakukan di Unesa.

“Kami melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan pimpinan. Kami sudah mengidentifikasi seperti apa kronologinya. Dan itu memang video PKKMB mahasiswa kami Rabu (9/9/2020) lalu yang diadakan di fakultas masing-masing,” katanya, Selasa (15/9/2020).

Vinda mengungkapkan PKKMB secara resmi dibuka pada Senin (7/9/2020). Kemudian dilaksanakan oleh tujuh fakultas secara daring.

“Yang viral ini fakultas ilmu pendidikan. Kami baru tahu setelah viral karena tujuh fakultas ini melakukan PKKMB daring. Jadi kami memang tidak bisa melakukan pengawasan secara detail,” ujarnya.

Vinda menyatakan tindakan yang ditempuh adalah penyelesaian secara internal dilakukan karena dilakukan mahasiswa di lingkup kampus. Sehingga akan menjadi evaluasi secara mendetail terkait pelaksanaan PKKMB di Unesa.

“Kami sepakat sebagai institusi pendidikan tidak mengizinkan adanya kekerasan. Dan sangat menyayangkan adanya kekerasan baik langsung ataupun daring,” ujarnya.

Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti kejadian tersebut dan segera memanggil para mahasiswa tersebut.

“Akan kami tindak lanjuti dengan pemanggilan pada para komdis ini untuk mengetahui kronologinya karena setiap fakultas punya aturan masing-masing,” katanya. (bid/lim)

Berita Terkait
Potret NetterSelengkapnya

Kemacetan Menjelang Exit Tol Gunungsari arah Satelit

Macet di Tol Waru arah Satelit

Kecelakaan Truk di Tol Ngawi-Solo

Kecelakaan Mobil di Raya Darmo

Surabaya
Kamis, 22 Oktober 2020
34o
Kurs