Senin, 1 Maret 2021

BPBD Sleman Evakuasi Warga Rentan Lereng Merapi ke Barak Pengungsian

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Warga berkumpul di barak pengungsian Purwobinangun, Pakem, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (27/1/2021). Foto: Antara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mengevakuasi warga dari kelompok rentan yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi ke barak pengungsian di masing-masing kelurahan setelah terjadi 52 kali awan panas guguran di Gunung Merapi pada Rabu (27/1/2021).

“Warga kelompok rentan di tiga titik rawan di tiga keluarahan telah dievakuasi ke barak pengungsian pada Rabu (27/1/2021) sore hingga Kamis dinihari,” kata Makwan Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Slemandi Sleman, Kamis (28/1/2021).

Menurut dia, warga kelompok rentan yang terdiri lansia, balita, anak-anak, ibu hamil dan menyusui serta disabilitas tersebut dievakuasi ke barak pengungsian Purwobinangun di Watuadeg, Kecamatan Pakem.

“Kemudian untuk warga rentan di Kelurahan Umbulharjo dievakuasi ke barak pengungsian Plosokerep dan warga Kalitengah Lor di barak Kelurahan Glagaharjo. Kedua kelurahan tersebut berada di Kecamatan Cangkringan,” katanya seperti yang dilansir Antara.

Ia mengatakan, untuk jumlah warga rentan Dusun Turgo yang dievakuasi ke barak pengungsian meliputi di Barak Utama Kelurahan Purwobinangun, Barak Rentan Purwobinangun dan SD Negeri Tawangharjo sebanyak 145 jiwa yang terdiri lansia laki-laki 19 dan perempuan 14, dewasa laki-laki 33 dan perempuan 43, anak laki-laki 19, perempuan 13, bayi laki-laki satu, balita laki-laki satu, balita perempuan dua dan ibu hamil satu orang.

“Kemudian untuk pengungsi warga rentan di Dusun Ngrangkah yang dievakuasi ke Barak Barak Plosokerep Umbulharjo, Cangkringan sebanyak 10 jiwa terdiri dewasa dua orang, anak lima orang dan balita tiga orang. Semuanya ini masih dalam satu keluarga (KK),” katanya.

Kemudian untuk pengungsi dari Dusun Kalitengah Lor yang sebelumnya dievakuasi ke Barak Gedung PNPM Kelurahan Glagaharjo, Cangkringan sebanyak 41 jiwa yang terdiri lansia laki-laki lima orang dan perempuan 19 orang, dewasa laki-laki 12 orang dan perempuan sembilan orang, anak laki-laki dua orang dan balita laki-laki dan perempuan masing-masing satu orang.

“Namun pada pagi hari ini jumlah pengungsi di barak Glagaharjo tinggal lima jiwa, sedangkan yang lainnya sudah pulang kembali ke rumah masing-masing,” katanya.

Makwan mengatakan, potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak Gunung Merapi.

“Semua aktivitas penambangan di alur sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III untuk dihentikan. Kawasan Wisata di wilayah Sleman yang di tutup sementara; Klangon, Bunker Kaliadem, Kinahrejo dan Wisata Religi Turgo,” katanya.(ant/tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Berlubang dan Berkubang

Kebakaran Rumah di Wonosari Surabaya

Truk Tabrak Warung di Sidoarjo

Truk Terguling di Prigen

Surabaya
Senin, 1 Maret 2021
27o
Kurs