Selasa, 12 Mei 2026

Bank Jatim Dorong Kemajuan UMKM di Jawa Timur Lewat KUR hingga Business Matching

Laporan oleh Lea Citra Santi Baneza
Bagikan
Verry Firmansyah CEO Suara Surabaya Media (tengah) dan Winardi Legowo Direktur Utama Bank Jatim (kanan) saat ditemui oleh awak media, Surabaya, Minggu (3/5/2026) Foto: Rizal Pandya Yudareswara Mg suarasurabaya.net

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim menegaskan komitmennya sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk ikut mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, terutama melalui penguatan sektor produktif dan UMKM.

Winardi Legowo Direktur Utama Bank Jatim mengatakan, realisasi Kredit Usaha Rakyat atau KUR serta arah kebijakan Bank Jatim telah disesuaikan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Kami ini memiliki fungsi di samping sebagai commercial banking, juga sebagai badan usaha milik daerah. Kami harus in line dengan kebijakan atau arah pembangunan dari Provinsi Jawa Timur, yaitu meningkatkan pertumbuhan perekonomian melalui sektor produktif, lebih tepatnya lagi melalui sektor UMKM,” kata Winardi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Senin (11/5/2026).

Sebelumnya, Pemprov Jatim meminta Bank Jatim memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah. Penurunan bunga KUR menjadi 5,99 persen juga menjadi perhatian Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur, karena dinilai dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah.

Winardi menjelaskan, dukungan Bank Jatim tidak hanya sebatas kemudahan akses KUR. Bank Jatim juga menyiapkan sejumlah program untuk mendorong kemajuan UMKM di Jawa Timur, salah satunya melalui business matching.

Program itu mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra, seperti distributor, supplier, investor, maupun lembaga pendanaan. Tujuannya untuk membuka peluang kerja sama, memperluas jaringan, dan menciptakan akses pasar baru bagi pelaku UMKM.

“Kami implementasikan tidak hanya di tataran kebijakan, tapi kami juga langsung sudah membuat program-program. Pertama, yang sudah pasti kelihatan, kami melakukan business matching. Kami selalu mengajak UMKM dalam setiap misi dagang yang dilakukan oleh Ibu Gubernur,” ujarnya.

Menurut Winardi, business matching menjadi salah satu cara untuk mengenalkan produk UMKM Jawa Timur ke pasar yang lebih luas. Selain itu, Bank Jatim juga berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha agar lebih siap bersaing.

Di sisi lain, Bank Jatim tetap memberikan kontribusi dalam pembiayaan, karena permodalan masih menjadi kebutuhan penting bagi banyak pelaku UMKM.

“Terus, kami juga punya kontribusi terkait dengan pembiayaan. Itu yang paling penting, karena biasanya UMKM memiliki kebutuhan terkait permodalan,” imbuhnya.

Winardi memastikan, pelaku UMKM di Jawa Timur bisa lebih mudah mengakses layanan perbankan dan informasi pembiayaan melalui jaringan kantor Bank Jatim.

Saat ini, Bank Jatim memiliki 49 kantor cabang dan 175 kantor cabang pembantu, baik konvensional maupun syariah. Jaringan tersebut tersebar di Jawa Timur, serta tersedia di Jakarta dan Batam.

“Harapan kami, dengan jumlah cabang yang merata di seluruh Jawa Timur, juga ada di Jakarta dan Batam, UMKM yang membutuhkan informasi dan layanan bisa lebih mudah menjangkau,” kata Winardi. (lea/iss/ham)

Berita Terkait


Potret NetterSelengkapnya

Surabaya Siang Hari, Bunga Tabebuya Bermekaran Lagi

Kebakaran Gudang di Jalan Jawar Surabaya

Perbaikan Pipa PDAM Bocor di Jemursari

Kebakaran Rusunawa Sombo Surabaya

Surabaya
Selasa, 12 Mei 2026
33o
Kurs