Rabu, 1 Desember 2021

Enam Penyu Raksasa Bertelur di Raja Ampat Sepanjang 2020

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Penyu Belimbing. Foto: seaturtlestatus.org

Masyarakat Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, mencatat ada enam induk penyu belimbing atau penyu raksasa penjelajah dunia mendarat dan bertelur di daerah tersebut sepanjang 2020.

Yusuf Mayor Ketua Kelompok Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki di Waisai, Rabu (6/1/2021), mengatakan bahwa enam penyu belimbing tersebut mendarat dan bertelur di Pantai Warebar Kampung Yenbekaki berkisar Maret-Juli 2020.

Dia mengatakan bahwa Pantai Warebar Kampung Yenbekaki Raja Ampat sejak dulu merupakan salah satu tempat penyu belimbing dewasa naik pada masa bertelur untuk meletakkan telurnya.

Selama masa bertelur, kata Yusuf, masyarakat Penggiat Konservasi Penyu Kampung Yenbekaki menjaga kawasan Pantai Warebar agar sarang penyu langka itu terhindar dari predator yang mengincar telur penyu.

“Terutama, hewan peliharaan seperti anjing, dan juga hewan liar di alam seperti ular, babi hutan, dan biawak yang senang memburu telur penyu,” ujarnya.

Setelah telur penyu menetas, kelompok penggiat konservasi penyu Yenbekaki langsung melakukan penangkaran terhadap tukik tersebut selama beberapa hari kemudian melepaskannya ke laut.

“Tujuannya agar tukik benar-benar kuat sehingga saat melepaskan ke laut dapat terhindar dari serangan predator di laut,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa periode 2020 sekitar 200 tukik penyu belimbing yang dilepaskan oleh masyarakat penggiat konservasi penyu Yenbekaki ke laut. Ada juga yang sarang yang setelah menetas langsung tukik ke laut secara proses alam.

Mengenal Penyu Belimbing

Penyu Belimbing. Foto: Wikipedia

Penyu belimbing (Dermochelys coriacea) adalah penyu terbesar di dunia dan merupakan reptil keempat terbesar di dunia setelah tiga jenis buaya. Penyu ini satu-satunya jenis dari suku Dermochelyidae yang masih hidup.

Berat penyu ini dapat mencapai 700 kg dengan panjang dari ujung ekor sampai moncongnya bisa mencapai lebih dari 305 cm. Penyu ini bergerak sangat lambat di daratan kering, namun ketika berenang merupakan reptil tercepat di dunia dengan kecepatan mencapai 35 Km per jam.

Makanan utama hewan ini adalah ubur-ubur. Penyu belimbing selalu bermigrasi dari pantai satu ke pantai yang lain untuk mencari sarang.

Sekali bertelur, seekor penyu belimbing bisa menghasilkan 80 sampai 100 butir telur. Namun, hanya sedikit anak penyu yang bisa bertahan sampai dewasa karena banyaknya bahaya di laut bagi bayi penyu yang baru menetas.

Penyu ini sekarang menjadi sangat langka. Di Indonesia, penyu ini merupakan hewan yang dilindungi atau tidak boleh diburu sejak tahun 1987 berdasarkan keputusan Menteri Pertanian No. 327/Kpts/Um/5/1978.(ant/iss/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Suasana Unjuk Rasa di Depan Taman Pelangi Surabaya

Suasana Unjuk Rasa Menuju Kantor Bupati Gresik

Suasana Unjuk Rasa Melewati Basra

Surabaya
Rabu, 1 Desember 2021
30o
Kurs