Kamis, 30 Juni 2022

Gunung Semeru Kembali Luncurkan Awan Panas Guguran

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Aktivitas Gunung Semeru yang terpantau dari Desa Sumber Mujur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (7/12/2021). Foto: Manda suarasurabaya.net

Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl) kembali meluncurkan awan panas guguran pada Selasa, pukul 00.00 – 06.00 WIB, yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru di Gunung Sawur, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Secara visual Gunung Semeru tampak jelas dan asap kawah tidak teramati, kemudian cuaca cerah dan berawan, sedangkan angin bertiup lemah ke arah utara,” kata Liswanto petugas PPGA Semeru di Gunung Sawur, yang menyusun laporan aktivitas Semeru.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu pada Selasa pukul 00.00-06.00 WIB tercatat mengeluarkan awan panas guguran dan embusan dengan status gunung pada level II atau waspada.

“Awan panas guguran tercatat sebanyak tiga kali kejadian dengan amplitudo 20-22 mm selama 185-267 detik, sedangkan embusan tercatat enam kali kejadian dengan amplitudo 2-6 mm selama 20-55 detik,” tuturnya seperti dilaporkan Antara.

Baca juga: Jokowi Kunjungi Warga di Posko Pengungsian Lapangan Sumber Wuluh Lumajang

Sesuai dengan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Semeru pada level II atau waspada maka masyarakat tidak boleh beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru dan jarak 5 kilometer arah bukaan kawah di sektor tenggara-selatan.

“Masyarakat juga diminta untuk mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru,” katanya.

Baca juga: Kementerian PUPR Cari Jalan Alternatif Pasca Jembatan Gladak Perak Lumajang Putus

Ia menjelaskan radius dan jarak rekomendasi itu akan dievaluasi terus untuk mengantisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya dari aktivitas Gunung Semeru.

“Kami mengimbau masyarakat menjauhi atau tidak beraktivitas di area terdampak material awan panas karena saat ini suhunya masih tinggi,” ujarnya.

Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan dan mewaspadai ancaman lahar di sungai yang berhulu di Gunung Semeru mengingat banyaknya material vulkanik yang sudah terbentuk.(ant/iss)

Berita Terkait

Surabaya
Kamis, 30 Juni 2022
31o
Kurs