Sabtu, 28 Mei 2022

Jawa Timur Antisipasi Masuknya Varian Mu di Bandara Juanda dan Pelabuhan

Laporan oleh Ika Suryani Syarief
Bagikan
Pemeriksaan tes usap PCR kepada pekerja migran di Asrama Haji Surabaya. Foto: Kominfo Jatim

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur memastikan pemeriksaan kesehatan orang yang akan masuk Indonesia melalui Bandara Internasional Juanda masih terus dilakukan. Ini untuk mendeteksi masuknya varian Mu, varian baru virus corona dari luar negeri.

“Sampai sekarang, semua orang dari luar negeri yang masuk Indonesia melalui Surabaya pasti akan dikarantina dulu selama delapan hari,” kata Khofifah dalam program Wawasan Radio Suara Surabaya, Rabu (8/9/2021).

Pemeriksaan terhadap penumpang penerbangan internasional, termasuk pekerja migran Indonesia (PMI), di Bandara Juanda sudah dilakukan sejak April 2021. Melalui pemeriksaan genome sequencing di Laboratorium Biosafety Level-3 (BSL-3) Institute Tropical Disease (ITD) Universitas Airlangga juga, pemerintah bisa mendeteksi masuknya virus varian Delta. Melalui pemeriksaan ini pula masuknya varian Mu bisa terdeteksi.

“Varian Mu bisa diketahui melalui genome sequencing. Saat ini Jawa Timur hanya punya satu laboratorium BSL-3. Kita ingin punya satu lagi di Soetomo. Sebab, BSL-2 untuk tes PCR tidak memungkinkan untuk melakukan kultur jaringan,” ujar Khofifah.

Kedatangan PMI dari luar negeri terjadi setiap hari di Bandara Internasional Juanda. Mereka berasal dari 26 provinsi di Indonesia.

PMI yang berasal dari Jatim akan dikarantina di Asrama Haji. Penanganan teknisnya dilakukan oleh BPBD. Baru-baru ini, sebanyak 260 orang PMI asal Jawa Timur tiba di Kota Surabaya melalui dua penerbangan internasional. Mereka tengah menjalani proses karantina di Asrama Haji Sukolilo.

Sementara PMI dari 25 provinsi yang lain atau luar Jatim akan dikarantina di tempat lain. Penanganan teknisnya dilakukan oleh Korem 084 Baskara Jaya.

“Mereka baru boleh masuk kamar karantina setelah di-swab PCR. Kalau positif, CT-nya di bawah 20, akan dilakukan genome sequencing untuk mendeteksi varian virusnya,” kata Khofifah.

Sesuai petunjuk BNPB, tidak ada PMI yang bisa keluar bandara tanpa melalui proses karantina.

Sementara, kedatangan PMI atau orang dari luar negeri melalui pelabuhan berada di wilayah KKP. “Ada tim yang koordinasi dengan KKP, semua PMI harus masuk tempat isolasi terpusat,” tutur Khofifah.

Sebelumnya, Dokter Kohar Hari Santoso Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur mengatakan, Gubernur Khofifah menekankan kepada para pihak untuk menyimak perkembangan varian baru Covid-19 dan pencegahan terhadap serangan gelombang baru.

“Karena varian Mu ini kebal terhadap vaksin yang sudah kita lakukan, prokes harus lebih kita tingkatkan lagi dan terapkan terus 3M. Varian Mu ini jangan sampai menimbulkan kegelisahan yang tinggi karena langkah-langkah antisipasi terus kita lakukan. Kita sudah cukup terlatih. Disiplin dan vaksinasi harus tetap ditingkatkan,” ujar Kohar.(iss)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 28 Mei 2022
24o
Kurs