Sabtu, 21 Mei 2022

Kemhan Diminta Evaluasi Penggunaan Alutsista Tua

Laporan oleh Keumala Fauzan Andini
Bagikan
KRI Nanggala-402. Foto: wikipedia.id

Pemerintah khususnya Kementerian Pertahanan (Kemhan) diminta mengevaluasi seluruh alat utama sistem senjata (Alutsista) tua yang masih digunakan. Kata Farah Puteri Nahlia Anggota Komisi I DPR RI, permintaan itu setelah kejadian kapal selam buatan tahun 1980-an KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan Bali bagian utara, Rabu (21/4). Mengutip Antara, Farah menilai untuk menghindari musibah serupa, TNI perlu menghentikan sementara pengoperasian kapal selam sejenis yakni KRI Cakra 401.

“Jangan sampai karena keterbatasan alutista, penggunaan alutsista yang diduga telah obsolete menghambat tugas-tugas prajurit TNI dan bahkan membahayakan nyawa prajurit,” kata Farah seperti yang dilansir Antara.

Dia menilai kapal buatan tahun 1980-an memang sudah seharusnya diganti dengan yang lebih baru. Farah meminta pemerintah memprioritaskan agenda modernisasi alutsista dan mengevaluasi seluruh kegiatan dan penganggaran yang tidak berkaitan dengan tugas utama TNI sebagai alat pertahanan.

Selain itu, dia menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan memanjatkan doa agar seluruh prajurit TNI yang bertugas di dalam KRI Nanggala 402 segera ditemukan dalam keadaan sehat tanpa kurang satupun. (ant/din/tin)

Berita Terkait

Surabaya
Sabtu, 21 Mei 2022
25o
Kurs