Rabu, 21 April 2021

KRL Yogyakarta-Solo Akan Diteruskan Hingga ke Madiun

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan saat menyampaikan keterangan usai mencoba KRL Yogyakarta-Solo di Stasiun Tugu Yogyakarta, 28 Februari 2021. Foto: Antara

Pemerintah akan meningkatkan jangkauan layanan moda transportasi massal Kereta Rel Listrik Yogyakarta-Solo. Salah satunya dengan memperpanjang rute layanan ke arah barat sampai Kutoarjo, sedangkan ke arah timur sampai ke Madiun, Jawa Timur.

“KRL adalah masa depan angkutan massal dan layanan pun harus selalu ditingkatkan. Ke depan, rute akan diperpanjang hingga Kutoarjo di sisi barat dan ke arah timur hingga Madiun,” kata Budi Karya Sumadi Menteri Perhubungan di Stasiun Tugu Yogyakarta, dikutip Antara, Minggu (28/2/2021).

Menhub bilang, dengan perpanjangan jangkauan layanan ini maka bisa dibayangkan bahwa mobilitas masyarakat antarkota yang dilewati KRL itu akan semakin meningkat. Sebab, layanan transportasi bisa dijangkau dengan lebih mudah.

“Masyarakat yang tinggal di Madiun bisa bekerja di Yogyakarta atau sebaliknya. Bisa pulang pergi bekerja dengan mudah dan cepat dalam sehari,” katanya.

KRL Yogyakarta-Solo resmi beroperasi secara penuh mulai 10 Februari dengan layanan 22 perjalanan pulang-pergi setiap hari, melintasi 11 stasiun dengan waktu tempuh 68 menit (lebih cepat dibanding waktu tempuh Prameks yang 72 menit) dengan berhenti di tujuh stasiun.

Menhub menyempatkan diri menjajal moda transportasi itu dari Solo menuju Stasiun Tugu Yogyakarta. Setelah menempuh perjalanan itu, dia bilang bahwa angkutan massal itu cukup nyaman. “Moda trasnportasi ini berjalan dengan sangat tenang, hampir tidak ada goncangan. Masyarakat pun menyambut gembira layanan ini karena jumlah penumpang semakin bertambah,” katanya.

Sesuai dengan jadwal yang disampaikan Budi, Joko Widodo Presiden akan meresmikan KRL Yogyakarta-Solo di Stasiun Tugu Senin (1/3/2021) besok. “Kami sangat senang karena KRL pertama yang beroperasi di luar Jobodetabek ini akan diresmikan oleh Pak Presiden Joko Widodo,” katanya.

Keberadaan layanan transportasi massal itu, kata Budi, juga menjadi bukti kehadiran negara untuk masyarakat berkaitan fasilitas transportasi publik dengan pelayanan yang baik. Budi berharap, kereta api bisa menjadi andalan masyarakat untuk mendukung aktivitas mereka sehari-hari. Baik aktivitas perjalanan antarkota maupun aktivitas menuju fasilitas lain seperti bandara.(ant/tin)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Asap Kebakaran Semolowaru

Kecelakaan di Lawang

Truk Bermasalah di Trosobo

Eh Eh, Capek. Istirahat Dulu

Surabaya
Rabu, 21 April 2021
25o
Kurs