Rabu, 25 Mei 2022

Menkes: Penyakit ‘Jamur Hitam’ Belum Terdeteksi di Indonesia

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan memberikan keterangan terkait perkembangan penanganan Covid-19, Senin (26/4/2021), di Kantor Presiden, Jakarta. Foto: Biro Pers Setpres

Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan memastikan, penyakit ‘mukormikosis’ atau jamur hitam yang berisiko menginfeksi pernapasan pasien Covid-19 hingga saat ini belum terdeteksi di Indonesia.

“Adanya di India. Tapi di kita (Indonesia) belum ya,” kata Budi saat ditanya terkait penyakit jamur hitam di Indonesia usai meresmikan Sentra Vaksinasi Traveloka di Tangerang Selatan, seperti dilansir Antara, Rabu (2/6/2021).

Sementara itu, Agus Dwi Susanto Ketua Umum Perhimpunan Dokter Paru Indonesia dalam keterangan tertulis kepada wartawan mengatakan, pandemi Covid-19 saat ini masih menjadi masalah kesehatan hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia.

“Kabar terbaru, beberapa negara seperti di India dan Malaysia terjadi pelonjakan kasus yang sangat signifikan,” katanya.

Di India, kata Agus, banyak ditemukan kasus jamur hitam sebagai infeksi mematikan yang muncul pada pasien yang terjangkit virus corona.

“Pasien yang terinfeksi jamur hitam menyebabkan perubahan warna pada mata dan hidung, penglihatan kabur, nyeri dada, dan kesulitan bernapas,” tambahnya.

Untuk itu masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi jamur hitam, khususnya pada penderita Covid-19.

Erlina Burhan Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Persahabatan mengatakan, jamur hitam berisiko memicu alergi hingga menginfeksi saluran pernapasan, otak manusia, hingga menyebabkan kematian.

Dia bilang, konsumsi steroid berkepanjangan pada proses penyembuhan pasien Covid-19 berpotensi memicu jamur hitam di tubuh penderita.

“Penggunaan steroid jangka panjang bisa menurunkan sistem imun. Kalau menyerang pernapasan, tentu bisa sesak bahkan lumayan hebat kalau disertai Covid-19 yang diderita pasien,” ujarnya.(ant/frh)

Berita Terkait

Surabaya
Rabu, 25 Mei 2022
27o
Kurs