Minggu, 7 Maret 2021

Polisi Tegaskan Pesepeda Dilarang Masuk Jembatan Suramadu

Laporan oleh Agustina Suminar
Bagikan
Jembatan Suramadu. Foto: dok.suarasurabaya.net

Laporan banyaknya pesepeda yang masuk ke Jembatan Suramadu, beberapa waktu terakhir disampaikan sejumlah pendengar Radio Suara Surabaya (SS), khususnya setiap akhir pekan. Padahal, sepeda angin jelas dilarang melintas di jembatan yang menghubungkan Kota Surabaya dan Madura tersebut.

Kompol dr. Eko Nur Wahyudiono Kabag Ops Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menegaskan kembali, kendaraan bermotor juga dilarang memakai jalur roda empat (R4).

“Jalan tol Jembatan Suramadu tidak diperkenankan untuk R2 (roda dua). Bisa R2 tapi menempati jalur khusus di kanan-kiri. Terus kalau R2 boleh, jadi sepeda angin boleh? Sepeda angin itu sudah lama tidak boleh melintas di sana,” kata Kompol Eko kepada Radio Suara Surabaya, Sabtu (23/1/2021).

Menurutnya, larangan tersebut masih berlaku entah sebelum atau sesudah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Yang pasti, dari dulu hingga sekarang sepeda dilarang melintas Suramadu.

Kompol Eko juga menegaskan sudah dipasang rambu larangan sepeda melintas di Jembatan Suramadu.

“Sudah dipasang (rambu) kapan hari. Dari jaman dulu dan selama ini pun, sepeda angin ya dilarang melintas,” tegasnya.

Namun karena seringnya pesepeda melintasi jembatan tersebut apalagi dalam satu kelompok, membuat masyarakat menjadi bingung apakah sepeda diperbolehkan melintas atau tidak.

Untuk itu, Kompol Eko menegaskan larangan tersebut. Jika peraturan itu dilanggar, maka petugas akan menjatuhkan tilang. Begitu juga untuk kendaraan motor yang memasuki jalur mobil.

“Sudah lama sekali rekan-rekan lalin melakukan penindakan. Sepeda motor di jalur R4 ditilang, digeret, ditarik dari jalur R4,” ungkapnya.

Pernyataan itu ditanggapi Edi Sudiansyah (58) salah satu pendengar SS. Ia yang hampir setiap hari melewati jalur tersebut mengaku sering mendapati pesepeda yang melintas di tol Suramadu yang diresmikan 2009 lalu itu.

Selain itu, ia juga melaporkan masih sering truk berkapasitas besar parkir di tengah-tengah jembatan pada malam hari.

“Ketiga, kalau malam, truk besar berton-ton itu parkir di Jembatan Suramadu. Sudah sering itu, kalau (jembatannya) patah bagaimana? Saya sering mengudara di SS, tapi kurang diperhatikan oleh petugas,” keluhnya.(tin/ipg)

Berita Terkait

Potret NetterSelengkapnya

Cemengkalang Banjir

Kemacetan di Ngasinan

Kepadatan di Tol Sidoarjo

Sampah di dekat GOR Gapura Unesa

Surabaya
Minggu, 7 Maret 2021
31o
Kurs